Breaking News:

Berita Arema Hari Ini

Kapten Arema FC Ikuti Kursus Kepelatihan, Hendro Siswanto: Baru Tahu Berat dan Sulitnya Jadi Pelatih

Lewat kursus ini Hendro mengaku jadi tahu bagaimana sulit dan beratnya menjadi pelatih.Pasalnya selama ini ia hanya melihat dari kacamata pemain

SURYAMALANG.COM/Dya Ayu
Hendro Siswanto di sela mengikuti materi kursus kepelatihan, Rabu (20/1/2021). 

Penulis : Dya Ayu , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Hendro Siswanto kapten Arema FC memutuskan untuk ikut kursus kepelatihan lisensi C AFC di Malang, yang digelar Asprov PSSI Jawa Timur.

Saat ditemui, Hendro mengaku banyak mendapat ilmu dari kursus tersebut, meski baru beberapa hari ia ikuti.

"Dapat banyak pengalaman dan ilmu pastinya. Meskipun saya pemain, tapi sekarang baru tahu banyak cara bermain bola dengan baik, lalu tahu seharusnya bagaimana dari kecil itu harus seperti apa kalau mau jadi pemain sepak bola. Sekarang baru tahu," kata Hendro Siswanto, Rabu (20/1/2021).

"Kursus ini juga buat belajar untuk diri sendiri agar bisa menyampaikan lebih baik lagi kalau pegang SSB. Supaya ke depannya tidak salah kaprah kalau jadi pelatih," tambahnya.

Lebih lanjut pemain posisi gelandang itu mengatakan, sebenarnya secara umum ia sudah tahu soal sepak bola dan materi yang diberikan. Hanya saja dengan mengikuti kursus kepelatihan ini, ia menjadi lebih tahu secara detail dan menyeluruh.

"Sebenarnya sedikit banyak sudah tahu sebagai pemain, tapi secara detailnya baru tahu di sini. Banyak pemahaman-pemahaman yang baru tahu disini. Di sini lebih mengerti apa itu sepak bola, latihan yang baik itu seperti apa, lalu sulitnya jadi pelatih itu kami baru tahu," jelas Hendro.

Lewat kursus ini pula Hendro mengaku jadi tahu bagaimana sulit dan beratnya menjadi pelatih.

Pasalnya selama ini ia hanya melihat pelatih dari kaca mata pemain.

"Ternyata jadi pelatih itu tidak segampang yang dilihat, sangat berat. Tanggung jawabnya besar. Kami tidak ingin merusak potensi dan bibit berbakat yang ada, karena cara melatih akan menentukan bagaimana pemain muda itu ke depan," ujarnya.

Pemain berusia 30 tahun itu mengaku sudah memiliki niat sejak lama untuk menjadi pelatih ketika nantinya sudah gantung sepatu.

Untuk itu, meski tanggung jawab pelatih berat, ia tidak akan mundur.

"Memang harus diniati, memang berat tapi itu menambah motivasi saya kelak untuk jadi pelatih. Ini jiwa dan passion saya. Sayang kalau ilmu yang saya miliki tidak disampaikan dengan benar. Makanya saya ikut kursus ini. Punya ilmu kalau tidak disampaikan dengan baik juga tidak baik," terang pemain nomor punggung 12 itu.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved