Berita Malang Hari Ini
Mendiang Arif Darmawan Jadi Sosok Penting Sutiaji saat Mencalonkan Diri Jadi Wali Kota Malang
mantan Ketua DPRD Kota Malang Arif Darmawan yang dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 15:30 WIB, pada Kamis (21/1/2021)
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: isy
SURYAMALANG.COM | MALANG - Kabar duka dialami oleh mantan Ketua DPRD Kota Malang Arif Darmawan yang dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 15:30 WIB, pada Kamis (21/1/2021).
Pria yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kota Malang tutup usia dalam usia 55 tahun.
Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Saiful Anwar Kota Malang setelah dirawat selama dua hari
Wali Kota Malang, Sutiaji turut berbelasungkawa atas kematian pria yang dianggapnya sudah seperti keluarga sendiri itu.
"Atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Malang, saya turut berbelasungkawa. Beliau adalah seorang pejuang. Beliau adalah orang baik. Dan sudah lama saya dekat dengan beliau," ucap Sutiaji saat berada di Kamar Mayat RSSA Malang.
Di mata Wali Kota Malang, Sutiaji, Arif merupakan orang penting dalam mendukung dirinya ketika mencalonkan diri menjadi calon Wali Kota Malang.
Saat itu, Arif yang menjadi sosok dibalik suksesnya Sutiaji saat maju mencalonkan diri menjadi Wali Kota Malang periode 2018-2023.
Begitu juga ketika menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Malang kala itu, Sutiaji menyampaikan bahwa almarhum merupakan sosok pemimpin yang sangat hati-hati dalam mengambil sikap dan keputusan.
"Saya masih ingat, momen dengan beliau ketika pengambilan rekom Wali Kota. Almarhum satu kamar dengan saya. Almarhum sangat mensupport saya kala itu untuk maju," ucap Sutiaji sembari meneteskan air mata.
Sebelum meninggal dunia, dua hari yang lalu Sutiaji sempat ditelepon oleh almarhum kalau dia meminta agar seluruh keluarganya di swab tes.
Dari hasil swab tes tersebut kepada 10 anggota keluarganya, ada dua orang yang positif Covid-19. Yakni almarhum dan anak almarhum.
Sutiaji pun tadi sore juga sempat dihubungi bahwa almarhum membutuhkan ventilator.
Namun saat dicarikan ventilator, almarhum telah meninggal dunia.
"Saya selalu mantau terus perkembangannya. Beliau memang memiliki komorbid. Tadi sore saat kita wawancara, juga ditelepon kalau beliau minta ventilator. Terus saya minta ke pak Kohar (Dirut RSSA), pesan saya belum sempat dibalas, tapi pak Kohar mengabarkan kalau almarhum sudah meninggal dunia," ucapnya.
Mewakili anggota keluarga, Sutiaji juga meminta permohonan maaf sebesar-besarnya kepada siapapun yang mengenal almarhum apabila almarhum pernah memiliki salah.
"Sebenarnya masih banyak yang perlu kami bicarakan bersama, terutama dalam membahas untuk kemajuan Kota Malang. Saya pribadi juga sangat dekat dengan keluarganya. Jadi mewakili keluarga, saya mohon maaf sebesar-besarnya. Supaya kesalahannya diampuni oleh Allah SWT," ucap pria yang juga politisi Partai Demokrat ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/wali-kota-malang-sutiaji-rssa-malang.jpg)