Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

BUMD Kota Batu, BWR Cari Direktur Baru, Kejari Ungkap Permasalahan Hukum Terkait Dana Rp 7 Miliar

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Santi Restuningsasi menerangkan, kepengurusan Direktur Bagyo Prasasti Prasetyo telah berakhir

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Santi Restuningsasi 

Penulis : Benni Indo , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, BATUPemkot Batu tengah mencari sosok baru yang akan menjabat sebagai direktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Batu, Batu Wisata Resource (BWR).

BUMD BWR itu akan berganti kepengurusan karena masa jabatan pengurus sebelumnya telah habis. 

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Santi Restuningsasi menerangkan, kepengurusan Direktur Bagyo Prasasti Prasetyo telah berakhir per 18 Januari 2021.

Santi akan membentuk panitia penyelenggara (Pansel) untuk menyeleksi calon-calon direktur baru.

“Kami belum melaksanakan karena banyaknya keperluan lain seperti dengan perubahan SOTK dan sebagainya, akhirnya kami belum siap untuk Pansel. Akhirnya, dalam RUPS kemarin hanya menyelesaikan laporan pertanggungjawaban dalam periode lima tahun,” terangnya.

Santi menerangkan, pejabat baru nanti diharapkan bisa membawa BWR bisa lebih baik.

Ia pun memberikan kesempatan kepada anak-anak muda yang profesional dan berdedikasi untuk mendaftar.

Menurutnya, anak-anak muda memiliki semangat juang tinggi untuk membawa BWR lebih baik.

Diterangkan Santi, siapapun boleh mendaftar. Terutama yang memiliki pengalaman dalam bidang usaha.

“PR saya sekarang adalah membentuk panitia penyelenggaraan untuk mencari kepengurusan yang baru baik itu komisaris definitif atau direktur. Sekarang, di SK-kan dulu untuk perpanjang Pak Bagyo. Kami minta waktu empat bulan sambil menyelesaikan Pansel tersebut,” ujar Santi.

Dikatakan Santi, pada laporan pertanggungjawaban BWR sebelumnya, dicatat keuntungan yang telah dimasukan ke kas daerah.

Hanya saja Santi tidak hafal angka pasti pendapatan yang didapat oleh BWR di bawah kendali Bagyo.

“Ada keuntungannya, tapi saya tidak hafal angka pastinya. Persentasenya ada yang sudah dimasukan ke kas daerah,” paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto mengatakan kalau Kejari Batu menerima kunjungan pengurus BWR beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, BWR meminta bantuan hukum kepada Kejari Batu karena adalah persoalan dengan pihak ketiga, yakni masalah piutang.

"Beberapa hari yang lalu kami telah menerima Direktur BWR Kota Batu terkait permohonan bantuan hukum di bidang perdata. Bantuan itu untuk menyelesaikan masalah piutang dan perjanjian ikatan dari beberapa pihak ketiga,” katanya.

Dijelaskan Supriyanto, Kejaksaan memang memiliki tugas untuk pendampingan hukum, salah satunya yang diinginkan oleh BWR.

Sesuai ketentuan, Kejaksaan bisa mewakili pemerintah dalam hal ini BUMN maupun BUMD.

“BWR ada masalah hukum. Direktur BWR pernah bersurat kepada kami meminta bantuan hukum untuk penyelesaian piutang,” ujarnya.

Katanya, utang tersebut berasal dari program penyertaan modal sebanyak Rp 7 miliar, kalau tidak salah nilainya sekitar Rp 7 miliar. Penyertaan modal tersebut digunakan untuk kegiatan usaha BWR.

Penulis: Benni Indo
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved