Breaking News:

Inilah Sosok yang Melaporkan Rencana Kudeta di Partai Demokrat, AHY: Kita Jangan Gentar

Inilah sosok yang melapor ke AHY soal Rencana Kudeta di Partai Demokrat, AHY: Kita jangan gentar menghadapi ujian dan tantangan ini,

Editor: Adrianus Adhi
Istimewa
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono 

SURYAMALANG.com - Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan ada gerakan untuk mengambil alih paksa (kudeta) kepemimpinan Partai Demokrat.

"Kami solid mempertahankan kedaulatan dan kehormatan partai kami. Kami yakin, tidak ada satu pun pemimpin partai politik yang rela diambil alih kekuasaannya secara inkonstitusional oleh pihak manapun,” tegas AHY dalam jumpa pers di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Senin (2/1).

Lebih lanjut AHY menjelaskan bahwa pelaku gerakan ini lima orang, terdiri dari satu kader Demokrat aktif, satu kader yang sudah non-aktif selama enam tahun, satu mantan kader yang diberhentikan dengan tidak hormati sejak sembilan tahun lalu karena menjalani hukuman akibat korupsi, satu mantan kader yang telah keluar dari partai tiga tahun lalu, serta satu orang pejabat pemerintah.

"Menurut kesaksian dan testimoni banyak pihak yang kami dapatkan, gerakan ini melibatkan pejabat penting pemerintahan, yang secara fungsional berada di dalam lingkar kekuasaan terdekat dengan Presiden Joko Widodo,” jelas AHY,

"Tentunya kami tidak mudah percaya dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Tadi pagi, saya mengirimkan surat secara resmi kepada Bapak Presiden Joko Widodo untuk mendapatkan konfirmasi dan klarifikasi dari beliau terkait kebenaran berita yang kami dapatkan ini.”

Dapatkan Listrik Gratis PLN Februari 2021, SEGERA Klik www.pln.co.id, Sampai Bulan Maret

Daftar Zona Merah Jawa Timur Hari Ini Selasa 2 Februari 2021: Kota Madiun, Kota Blitar & Ponorogo

Rencanakan KLB
Lebih lanjut AHY mengungkapkan modus gerakan ini. Ajakan dan permintaan dukungan untuk mengganti “dengan paksa” Ketum PD tersebut, dilakukan melalui telepon maupun pertemuan langsung.

"Pengambilalihan posisi Ketum PD akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," papar AHY.

Para pelaku berencana mengganti paksa Ketum PD yang sah dengan menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB).

Pelaku gerakan menargetkan 360 orang pemegang suara yang akan diiming-imingi dengan imbalan uang berjumlah besar

"Para pelaku merasa yakin gerakan ini pasti sukses, karena mereka mengklaim telah mendapatkan dukungan sejumlah petinggi negara lainnya."

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved