Breaking News:

Berita Madiun Hari Ini

10 Pasien Covid-19 di Kota Madiun Dirawat di Kereta Isolasi

Sebanyak sepuluh warga Kota Madiun yang terpapar Covid-19, kini diisolasi di kereta isolasi, yang disiapkan secara khusus oleh Pemkot Madiun

SURYAMALANG.COM/Rahadian Bagus
Wali Kota Madiun, Maidi, menyampaikan perkembangan Covid-19 di Pabrik INKA, Sabtu (6/2/2021). 

SURYAMALANG.COM, MADIUN - Sebanyak sepuluh warga Kota Madiun yang terpapar Covid-19, kini diisolasi di kereta isolasi, yang disiapkan secara khusus oleh Pemkot Madiun bekerjasama dengan PT INKA.

Hal itu disampaikan Wali Kota Madiun, Maidi, di pabrik kereta milik PT INKA, Sabtu (6/2/2021).

"Mulai kemarin, kereta isolasi sudah kami gunakan, karena ada yang terpapar tempatnya kami khususkan di sini, oleh karena itu. Yang satu rangkaian isinya 48 bed, isi 10 pasien sehingga masih 38 bed," kata Maidi.

Ia menuturkan, meski masih ada 38 bed namun, ia berharap jangan sampai seluruh sisa bed tersebut terisi pasien. Ia berharap, penambahan pasien virus corona semakin berkurang.

Melihat trend hari ini turun, tetapi kita jaga-jaga, covid-19 itu ketika kena tidak bisa mencari tempat mendadak, langsung dirawat itu sulit, oleh karena itu tempat-tempat yang masih kosong kami siapkan.

Kalau ada masyarakat yang terpapar, langsung kita isolasi di tempat yang telah kita siapkan secara  medis, protapnya sudah kami siapkan, polanya sudah kami siapkan," katanya.

Maidi mengatakan, ruang isolasi di kereta api lebih nyaman bila dibandingkan isolasi di dalam gedung. Sebab, kata Maidi, pasien seolah-olah sedang akan bepergian menggunakan kereta sehingga lebih senang dan imunnya bertambah.

"Insy Allah lebih nyaman, karena seolah-olah mereka akan pergi ke Jakarta, naik kereta, mereka senang, imunnya naik, sehingga mereka cepat sembuh, tempatnya baik, keretanya bagus, oksigennya bagus, tempatnya nyaman. Seolah-olah mereka mau pergi naik kereta, kalau di gedung kan itu-itu saja," katanya sambil tersenyum.

Maidi menambahkan, gerbong kereta yang digunakan sebagai tempat isolasi pasien Covid-19 ini berada di area khusus, sehingga tidak dapat diakses orang luar ataupun karyawan PT INKA.

"Kereta ini ditempatkan khusus di area yang diisolasi, yang tidak dilalui karyawan PT INKA, tidak melewati isolasi. Untuk jalur, sudah kami pagar, depan kami jaga, ada jalur sendiri. Pasien boleh keluar kereta rapi hanya di sekitar area yang sudah diisolasi, misal mau senam, atau berjemur," jelasnya.

Sementara itu, Direktur Pengembangan PT INKA, Agung Sedaju, mengatakan kereta yang digunakan sebagai tempat isolasi ini sudah didesain khusus untuk perawatan pasien Covid-19. Gerbong kereta berkapasitas 48 bed ini, dilengkapi dengan kipas besar dan filter udara khusus.

"Kereta isolasi ini awalnya memang disiapkan bagi pasien covid, sehingga di dalamnya memang negatif pressure. Sehingga virusnya tidak akan keluar, ini keunggulan bila dibandingkan asrama haji yang belum negatif presure, sehingga virus tidak beredar ke mana-mana," kata Agung. 

Penulis: Rahadian Bagus
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved