Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Awal Tahun, Rekap Kerugian Akibat Bencana Alam di Kota Malang Capai Rp 400 Juta

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto mengatakan, dari keseluruhan bencana yang paling sering terjadi di Kota Malang adalah tanah longsor sebanyak 28

Kukuh Kurniawan
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang telah merekap jumlah kasus bencana alam maupun non alam yang terjadi di Kota Malang selama awal tahun sampai Januari 2021.

Ada 40 kejadian bencana di Kota Malang baik alam maupun non alam yang terjadi mulai 1-31 Januari 2021.

Bencana alam tersebut di antaranya ialah tanah longsor banjir dan cuaca ekstrem yang menyebabkan pohon tumbang.

Sedangkan bencana non alam yang dialami berupa gagal konstruksi yang menyebabkan adanya bangunan yang roboh.

Kepala BPBD Kota Malang, Alie Mulyanto mengatakan, dari keseluruhan bencana yang paling sering terjadi di Kota Malang adalah tanah longsor sebanyak 28 kejadian.

Kemudian disusul dengan tiga kali bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah kota Malang.

Tujuh kejadian cuaca ekstrem seperti angin kencang yang membuat beberapa pohon tumbang serta bencana non alam sedikitnya terdapat tiga kejadian.

"Total kerugian yang dialami mencapai Rp 413.665.000. sedangkan untuk rekapnya dua rumah rusak berat, lima rumah rusak sedang dan 10 rusak ringan. Serta ada 548 terdampak banjir dan satu orang meninggal dunia akibat longsor di Bunul yang kemarin ramai itu," ucapnya.

Dari rekapan data tersebut, Kecamatan Sukun menjadi satu di antara lima kecamatan lain di Kota Malang yang sering dilanda bencana.

Di mana bencana tanah longsor terjadi sebanyak 12 kali kejadian. Yang penyebabnya adalah hujan dengan intensitas tinggi yang sering terjadi selama bulan Januari ini.

Kemudian disusul oleh Kecamatan Klojen, dengan jumlah longsor sebanyak 11 kejadian yang disusul dengan banjir.

"Karena di dua lokasi itu banyak terdapat sungai besar dan anak sungai yang mengalir di sekitarnya. Seperti sungai metro sungai Kasin dan sungai Brantas. Kalau hujan deras. Pasti debit air ikut naik juga," ucapnya.

Alie mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana di sekitar tempat tinggalnya.

Mengingat saat ini merupakan puncak musim hujan dengan intensitas yang cukup tinggi sekitar 20-40 persen.

"Kewaspadaan dan mitigasi bencana ini perlu. Karena potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir tanah longsor serta cuaca ekstrem atau angin kencang menjadi meningkat. Jadi misalkan ada apa-apa bisa langsung kontak kami di media sosial. Karena kami selalu aktif memantau keadaan," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved