Sabtu, 9 Mei 2026

Karangan Bunga Protes Gerakan 'Jateng di Rumah Saja' dari 'Sebagian Kecil Wargamu yang Ambyar'

Dua karangan bunga bernada protes Gerakan 'Jateng di Rumah Saja' terpasang di area Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas

Tayang:
Editor: Zainuddin
KOMPAS.com/FADLAN MUKHTAR ZAIN
Dua karangan bunga bernada protes Gerakan 'Jateng di Rumah Saja' terpasang di area Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2021). 

SURYAMALANG.COM - Dua karangan bunga bernada protes Gerakan 'Jateng di Rumah Saja' terpasang di area Pendapa Sipanji Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (5/2/2021).

Tidak diketahui identitas pengirim karangan bunga itu.

Karangan bunga pertama mengatasnamakan diri sebagai 'Sebagian Kecil Wargamu yang Ambyar'.

Kalimat itu tercantum di bagian bawah.

Sedangkan di bagian atas tertulis, 'Untuk Bupatiku'.

Lewat karangan bunga itu, si pengirim menyampaikan pesan, 'Mungkin ini hanya 2 hari, tapi bagi kami ini sungguh berarti. Ora ongkek ora nyekek (tidak kerja, tidak makan)'.

Karangan bunga pertama dikirim pukul 14.00 WIB.

Berselang satu jam kemudian atau pukul 15.00 WIB, karangan bunga kedua tiba di lokasi yang sama.

Karangan bunga kedua ini juga berisi 'Mungkin ini hanya 2 hari, tapi bagi kami ini sungguh berarti. Ora obah ora mamah (tidak kerja tidak makan)'.

Di karangan bunga kedua ini, si pengirim menggunakan nama anonim 'Dari kami: komentator Instagram yang tak dibalas'.

Namun, karangan bunga kedua ini hanya terpasang sekitar 10 menit.

Karangan bunga tersebut dibongkar lagi oleh karyawan toko bunga yang mengantarnya.

"Disuruh diambil lagi sama bos," ucap Tomas (25), karyawan toko bunga itu.

Kata atasannya, ada pihak yang mempermasalahkan karangan bunga tersebut.

"Bos saya dikomplain. Tidak tahu siapa yang komplain," kata Tomas.

Bupati Banyumas, Achmad Husein tidak mempersoalkan protes gerakan 'Jateng di Rumah Saja' lewat karangan bunga tersebut.

"Saya mengucapkan terima kasih. Berarti itu tanda cinta buat bupati," ujar Husein.

Husein baru tahu ada dua karangan bunga yang terkirim tersebut.

Justru dia menanyakan alasan karangan bunga kedua dibongkar.

"Loh kok ditarik lagi? Enggak usah. Tidak apa-apa. Bagi saya, itu tidak masalah. Itu justru masyarakat memperhatikan saya."

"Saya jadi berpikir berarti ada yang salah mengerti (soal kebijakan 'Jateng di Rumah Saja')," kata Husein.

Husein mengklaim tidak menyuruh pihak toko untuk mencopot kembali karangan bunga itu.

"Itu tidak boleh. Tidak demokratis. Tidak benar itu (yang komplain). Ini negara Pancasila. Siapa pun boleh berpendapat."

"Saya tidak masalah. Ada yang macam-macam ini. Tidak benar ini," kata Husein.

Gerakan 'Jateng di Rumah Saja' yang diusulkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo digelar pada 6-7 Februari 2021.

Program ini dicetuskan untuk menekan persebaran Covid-19.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "“Sebagian Kecil Wargamu yang Ambyar” Kirim Karangan Bunga ke Bupati Banyumas", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/02/05/21171321/sebagian-kecil-wargamu-yang-ambyar-kirim-karangan-bunga-ke-bupati-banyumas?page=all#page2

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved