5 Hal Penting di Balik Keputusan Ashanty Cabut Biaya Sekolah Anak Angkatnya: Ada Status Tak Legal
Beberapa hari terakhir kabar tentang sosok Putra seorang penjual cilok yang menjadi anak angkat Ashanty tengah disorot.
Penulis: Frida Anjani | Editor: Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM - Beberapa hari terakhir kabar tentang sosok Putra seorang penjual cilok yang menjadi anak angkat Ashanty tengah disorot.
Hal ini dikarenakan karena dugaan Ashanty menelantarkan anak angkatnya yang bernama Putra.
Semua terjadi saat Ashanty sidebut-sebut sudah cabut biaya sekolah Putra yang dulu pernah ia janjikan akan dibiayai.
Sosok Putra adalah seorang anak yang sempat viral karena berjualan cilok untuk menghidupi keluarga.
Keluarga Ashanty dan Anang Hermansyah yang merasa iba melihat kondisi Putra akhirnya mengangkatnya sebagai anak.

• Firasat Gading Marten Soal Video Syur Gisel akan Berpengaruh ke Gempi, Beri 3 Pilihan Penting
• 3 Sikap Keluarga Adit Jayusman pada Ayu Ting Ting Dibongkar, Orang Dekat Tahu Sifat Aslinya
• Pesona Karlie Fu Suami Baru Ikke Nurjanah, Pria yang Suka Olahraga dan Berteman dengan Banyak Artis
Setelah mengangkat Putra sebagai anak, Ashanty dan Anang Hermansyah memindahkan sekolah Putra.
Putra yang dulu bersekolah di SD Juramangu kemudian dipindahkan ke Pesantren Al Basyir.
Namun, setelah libur semester dan saat Putra hendak kembali ke pesantren, ternyata biaya sekolah sang anak sudah tidak ditanggung.
Sebelumnya, Ashanty juga berjanji memberikan handphone untuk Putra sebagai kado ulang-tahun.
Namun sampai saat ini, janji Ashanty itu disebutkan hanya sebatas ucapan dan tidak terealisasi.
Berikut adalah lima hal penting soal Ashanty cabut biaya sekolah Putra dikutip dari berbagai sumber:
1. Ditolak Pesantren
Fakta terkait Ashanty cabut biaya sekolah Putra diketahui saat sang anak hendak kembali ke pesantren.
Setelah libur semester dan kembali ke pesantretn, ternyata Putra ditolak.
Pihak pesantren menyatakan jika biaya sekolah Putra sudah tidak ditanggung Ashanty.
"Setelah libur semester, semua santri pulang. Setelah beberapa minggu libur kita sudah antar lagi ke sana, tapi ditolak pesantren katanya Putra sudah tidak menjadi tanggung jawab pihak Ashanty," ujar Abdul Hamim Jauzi, pengacara dari LBH Keadilan dikutip dari Kompas.com.
2. Uang Pangkal Dialihkan
Tak hanya uang sekolah yang dihentikan, namun ternyata nuang pangkal Putra saat masuk pesantren juga dialihkan ke siswa lain.
Hal ini menjadi pertanyaan karena uang pangkal hanya dibayarkan sekali saat masuk pesantren.
Pihak LBH Keadilan juga mempertanyakan kenapa uang pangkal tersebut dialihkan ke siswa lain.
"Kami hanya mempertanyakan saja. Ini artinya Putra tidak bisa melanjutkan tanpa biaya sendiri," ucap Abdul.
"Kalau mau melanjutkan dianggap sebagai santri baru yang harus membayar uang pangkal."
"Ini jadi tanda tanya, kok bisa uang pangkal yang sudah dibayarkan untuk Putra dialihkan ke orang lain?" sambungnya.

3. Menuntut Jawaban
Masalah uang sekolah dan uang pangkal ini membuat pihak Putra mempertanyakan kejelasannya kepada pihak pesantren.
Selain itu, Putra juga iengin mengetahui alasan biaya sekolah diberhentikan.
Selain itu, status putra sebagai murid pun juga masih tidak jelas.
"Kemudian ini diputus tanpa ada surat pindah. Tidak masalah Putra diberhentikan. Ini statusnya apa? Ini tidak hanya mengganggu psikologi Putra tapi juga mengancam pendidikan Putra ke depan," ucapnya lagi.
"Kami tentu bisa membiayai Putra di sana, tapi tolong pihak Ashanty memberi jawaban, kenapa?" tuturnya.
4. Status 'Tak Legal' Putra
Selain masalah uang sekolah, pihak LBH Keadilan juga menjelaskan jika dari statusnya, Putra diangkat menjadi anak tanpa legalitas.
Jadi, hanya sebatas Janji keluarga Ashanty dan Anang Hermansyah untuk membiayai sekolah Putra tanpa ada perjanjian atau kekuatan hukum yang sah.
"Putra dianggap sebagai anak angkat dalam tanda petik karena tidak ada legalitas. Jadi hanya sebatas berjanji akan dibiayai pendidikannya oleh Ashanty, beberapa kali diajak jalan-jalan," kata Abdul.
5. Anggap Ashanty tidak sungguh-sungguh
Dengan adanya peristiwa ini, Abdul mencurigai Ashanty hanya menggunakan Putra sebagai daya tarik konten YouTube.
"Kesimpulan pihak kami, Ashanty tidak bersungguh-sungguh membiayai (pesantren) Putra."
"Ketika ditanya hanya disampaikan bahwa 'Ini kebijakan kami', tanpa menyebut alasan apa pun."
"Bagi saya ini hal serius. Putra ini orang lemah, tidak berdaya," kata Abdul.
Pihak LBH Keadilan juga menganggap jika Ashanty tidak sungguh-sungguh mengangkat Putra menjadi anak.
"Kami duga Ashanty tidak niat dan sungguh-sungguh memasukkan Putra ke pesantren," kata Abdul.
Abdul mengatakan, Ashanty diduga menjadikan Putra sebatas untuk kepentingan selebritas semata.
"Secara sederhana, kami menduga Putra ini dieksploitasi (Ashanty) hanya menjadi konten YouTube, diambil keuntungan semata," kata Abdul Hamim Jauzie.
Hingga saat ini, tim masih berusaha untuk menghubungi pihak Ashanty.
Kata Ashanty
Pasangan selebritis Ashanty dan Anang Hermansyah dituding telah melakukan kebohongan publik.
Tak hanya itu, keduanya juga diduga memanfaatkan anak angkatnya demi konten YouTube.
Oleh karena itu, Ashanty dan Anang Hermansyah diminta untuk minta maaf di depan publik.
Tudingan itu mencuat setelah janji yang diucapkan Ashanty ke Muhammad Putra atau Putra tidak ditepati.
Beberapa saat setelah tudingan itu beredar luas di media sosial, Ashanty mengunggah sebuah foto.
Dalam foto yang diunggah di akun Instagram miliknya pada hari Sabtu (6/2/2021) malam itu, Ashanty terlihat sedang berpose.
Di unggahan itu Ashanty menuliskan keterangan foto, "Senyumin aja."
Meski tidak menjelaskan maksud tulisannya, banyak follower menduga keterangan itu ditujukan Ashanty terkait kabar dugaan menelantarkan anak angkat.
Banyak yang kemudian memberikan semangat kepada Ashanty.
Ada pula yang menyebutkan bahwa dugaan menelantarkan anak angkatnya yang bernama Muhammad Putra itu hanya untuk pansos.
Tidak jarang yang meminta Ashanty untuk membiarkan kabar miring tersebut.