Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Kronologi Biduan Seksi Bertubuh Bongsor Dalangi Investasi Bodong, Buronan Kini Diciduk Polres Malang

Kronologi Biduan Seksi Bertubuh Bongsor Dalangi Investasi Bodong, dari Buronan Hingga Diciduk Polres Malang

SURYAMALANG.COM/M Erwin
Dewi Kurnia tertipu investasi bodong. Akibatnya, penyanyi dangdut asal Singosari, Kabupaten Malang ini terancam kehilangan uang sebesar Rp 350 juta. Ia menunjukkan foto rekannya, Reni Mozza. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Biduan cantik asal Malang harus berurusan dengan Polres Malang terkait kasus penipuan investasi bodong.

Sang biduan bernama Renny Mozza (RH) yang sebelumnya disebut Reni Mozza pada pemberitaan SURYAMALANG.COM.

Instrumen investasi bodong yang ditawarkan Renny Mozza bisa berupa berbagai macam bidang bisnis.

"Penipuan yang dilakukan pelaku berinisial RH dengan cara yang bersangkutan berdalih jika memiliki usaha tembakau dan gula putih," ucap Kapoltes Malang, AKBP Hendri Umar ketika gelar rilis di Polres Malang pada Senin (8/2/2021).

Investasi bodong ala biduan seksi bertubuh bongsor ini ditawarkan kepada tiga rekan seprofesi, yakni Dewi Kurniawati (30) asal Jabung, Dewi Wulandari (28) asal Turen, dan Yuniar Adilla (25) asal Kalipare.

Tipu muslihat berkedok investasi menggiurkan oleh RH alias Renny Mozza terungkap. Wanita yang berprofesi sebagai biduan atau penyanyi dangdut ini awalnya menjanjikan investasi dengan return tinggi.
Tipu muslihat berkedok investasi menggiurkan oleh RH alias Renny Mozza terungkap. Wanita yang berprofesi sebagai biduan atau penyanyi dangdut ini awalnya menjanjikan investasi dengan return tinggi. (erwin wicaksono/suryamalang.com)

BURONAN! Inilah Wajah Reni Mozza, Biduan Cantik Dilaporkan ke Polres Malang Soal Investasi Bodong

Biduan Cantik Asal Singosari Malang Terancam Rugi Rp 350 Juta, Tertipu Investasi Keripik Pisang

Tipu Muslihat Investasi Bodong Biduan Dangdut di Malang Perdayai Sesama Penyanyi Terungkap

Modus tersangka yakni dentan mengiming-imingi korban untuk investasi uangnya pada usaha yang dimiliki si pelaku.

Pelaku ini mengaku usaha gula merah, gula putih, dan tembakau merupakan unit usaha yang bisa menjadi sumber uang.

"Dengan menggiurkan, tersangka menjanjikan akan mendapatkan keuntungan setelah 21 hari atau 14 hari setelah investasi. Kalau 21 hari keuntungannya bisa sampai 50 persen. Namun jika cuma 14 hari keuntungannya dibawah 50 persen," beber Kapolres kelahiran Solok Sumatera Barat itu.

Selang waktu berjalan, para korban tak kunjung mendapatkan janji keuntungan investasi yang dijanjikan sebelumnya.

Merasa uangnya macet di tangan pelaku, para korban ramai-ramai melaporkan diri ke Polres Malang

Halaman
1234
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved