Breaking News:

Penanganan Covid

600 Orang Nakes di Malang Batal Vaksinasi Covid-19, Bupati Sanusi Tunggu Instruksi Vaksinasi Lansia

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menyatakan ada 600 orang tenaga kesehatan (Nakes) yang batal menerima vaksinasi

SURYAMALANG.COM/Erwin Wicaksono
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

Penulis : M Erwin Wicaksono, Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang tetap menggunakan vaksin Sinovac untuk vaksinasi Lansia di Kabupaten Malang.

Namun, secara teknis pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi ini masih menunggu instruksi pemerintah pusat.

"Nanti lihat ketentuannya dulu. Mungkin bisa Lansia dari Nakes, atau Lansia yang pejabat. Karena kalau kemarin yang tidak memenuhi syarat tetap divaksin, bisa melanggar aturan," beber Sanusi singkat ketika dikonfirmasi.

Kata Sanusi, Lansia memiliki potensi penyakit penyerta alias komorbid.

Alhasil screening ketat perlu dilakukan.

Sebagai solusi, Sanusi mengaku Pemkab Malang telah gencar melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 via media sosial Instagram.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menyatakan ada 600 orang tenaga kesehatan (Nakes) yang batal menerima vaksin Covid-19.

Sedangkan target yang dicanangkan Pemkab Malang untuk vaksinasi Nakes mencapai 8 ribu orang. 

Biang kerok penerima vaksin tidak lolos karena gagal melewati tahapan tes kesehatan.

"Mereka dibatalkan menerima vaksin ini karena memiliki riwayat penyakit komorbid. Sehingga bukan menjadi prioritas penerima vaksin,” kata Arbani.

Selain itu, ada 800 orang tenaga kesehatan yang ditunda menerima vaksin karena memiliki tensi darah tidak normal. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved