Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Lapas Lowokwaru Siapkan Intelijen Pemasyarakatan untuk Cegah Penyelundupan Barang Terlarang

Lapas Kelas I Malang menyiapkan Intelijen Pemasyarakatan untuk mencegah penyelundupan barang terlarang masuk ke dalam lingkungan lapas.

Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Kalapas Lowokwaru Malang, Anak Agung Gde Krisna 

SURYAMALANG.COM.COM, MALANG - Lapas Kelas I Malang atau Lapas Lowokwaru menyiapkan Intelijen Pemasyarakatan untuk mencegah penyelundupan barang terlarang masuk ke dalam lingkungan lapas.

"Kami perketat pemeriksaan dan penggeledahan barang dan makanan yang dikirim kerabat atau keluarga untuk warga binaan lapas. Kami juga memeriksa orang-orang yang melintas, baik yang masuk maupun keluar lapas," ujar Anak Agung Gde Krisna, Kalapas Kelas I Malang kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (14/2/2021).

Sebelumnya, Satops Patnal Korwil Malang dan Kanwil Kemenkumham Jawa Timur menemukan beragam bend aterlarang saat menggeledah Lapas Kelas I Malang, Kamis (11/2/2021) malam.

Tim gabungan menemukan 11 HP, 12 senjata tajam, delapan sendok, dua gunting, 26 korek api, lima kabel dan stop kontak, enam gas portable, satu music box, empat charger, dan satu obeng.

Krisna mengatakan pihaknya juga menggalakkan kegiatan razia dan penggeledahan di blok hunian warga binaan.

"Lapas harus bebas dari HP, pungli, dan narkoba (Halinar). Kami targetkan setiap regu pengamanan menggelar dua kali razia dalam sebulan."

"Mami memiliki empat regu pengamanan dan Satops Patnal. Jadi, kami bisa menggelar 10 kali razia dan penggeledahan blok hunian warga binaan dalam sebulan," bebernya.

Meskipun sudah meningkatkan razia, tapi masih ada potensi barang terlarang masuk ke dalam lapas.

Makanya pihaknya menyiapkan Intelijen Pemasyarakatan.

Intelijen Pemasyarakatan adalah petugas pemasyarakatan yang telah dibekali ilmu intelijen sehingga petugas bisa mengetahui dan memperoleh informasi akurat dari setiap kegiatan yang dilakukan oleh warga binaan di lapas maupun rutan.

Diharap Intelijen Pemasyarakatan dapat mencegah gangguan keamanan dan ketertiban di lapas maupun rutan.

"Sesuai edaran dari Dirjen Pemasyarakatan, kami sudah membangun Intelijen Pemasyarakatan. Setelah mendapat informasi, Intelijen Pemasyarakatan langsung bergerak."

"Informasi itu didapat dari macam-macam, bisa dari media, masyarakat, maupun warga binaan," ungkapnya.

Krisna mengakui tidak mudah mengawasi 3000 lebih warga binaan Lapas Kelas I Malang.

"Pegawai lapas hanya berjumlah 208 orang. Tapi di tengah keterbatasan alat dan personel, kami terus berupaya maksimal agar barang terlarang dan Halinar tidak masuk ke lingkungan Lapas Kelas I Malang," terangnya.(Kukuh Kurniawan)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved