Pasutri dan 4 Mahasiswa Terlibat Aborsi di Jambi, Terbongkar dari Polisi Menyamar Jadi Pembeli Pil

Pasangan suami istri (pasutri) dan empat mahasiswa diduga terlibat dalam kasus aborsi di Kota Padang.

Editor: Zainuddin
Kompas.com
Ilustrasi Aborsi 

SURYAMALANG.COM - Pasangan suami istri (pasutri) dan empat mahasiswa diduga terlibat dalam kasus aborsi di Kota Padang.

Pasutri berinisial I dan S diduga menjual pil aborsi sejak tahun 2018.

Sedangkan empat mahasiswa berinisial AHS (20) - ND (20), dan FS (20) - AS (25) adalah pelaku aborsi yang membeli obat dari pasutri tersebut.

Sudah ada 30 perempuan hamil yang membeli obat aborsi kepada I dan S dalam waktu hampir 4 tahun.

Pasutri tersebut adalah pemilik apotek di kawasan Ganting Parak Jadang.

Diduga pasutri ini menjual obat keras tanpa resep dokter untuk menggugurkan kandungan.

Kasatreskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda mengatakan terbongkarnya praktik jual-beli pil aborsi ini bermula dari laporan masyarakat.

Setelah mendapatkan laporan tersebut, polisi menyamar sebagai pembeli.

"Ternyata benar bahwa pemilik apotek tersebut menjual obat keras untuk menggugurkan kandungan," papar Rico.

Polisi menangkap pasutri itu pada 11 Februari 2021.

Lalu polisi menangkap empat mahasiswa tersebut di rumah kos Jalan Irigasi Kecamatan Pauh, Kota Padang pada Jumat(12/2/2021).

"Kami juga menyita obat-obatan yang dijual kepada wanita hamil dan ingin aborsi tanpa ada resep dari dokter," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jual Beli Pil Aborsi Berakhir di Kantor Polisi...", Klik untuk baca: https://regional.kompas.com/read/2021/02/15/06560011/jual-beli-pil-aborsi-berakhir-di-kantor-polisi-

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved