Berita Jombang Hari Ini

Modus Bujuk Rayu Masuk Kamar Satriwati, Pimpinan Ponpes di Jombang Cabuli Santri di Bawah Umur

Tersangka S menggunakan 'kekuasaan' sebagai pimpinan Ponpes dan bujuk rayu dalam memperdayai santriwati korbannya.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dyan Rekohadi
ISTIMEWA
Pimpinan Ponpes, tersangka S (belakang) saat diamankan di Mapolres Jombang. 

Penulis : Mohammad Romadoni , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, JOMBANG - Polisi mengungkap modus atau cara yang dilakukan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Jombang, S yang diduga melakukan perbuatan pencabulan dan persetubuhan terhadap santriwatinya.

Tersangka S menggunakan 'kekuasaan' sebagai pimpinan Ponpes dan bujuk rayu dalam memperdayai korbannya.

Para korban adalah santri perempuan yang merupakan anak didik di salah satu Ponpes wilayah Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang.

Korbannya kini sebanyak enam santriwati namun kemungkinan jumlahnya dapat terus bertambah.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Setyo Nugroho memaparkan, modus operandi kejahatan yang dilakukan tersangka S yaitu melakukan bujuk rayu terhadap korbannya.

Para korban adalah santriwati yang takut terhadap tersangka pimpinan Ponpes sehingga mereka menuruti keinginannya.

Berdasarkan hasil penyidikan diketahui tersangka melakukan perbuatannya saat dini hari menjelang Subuh ketika salat Tahajud.

Tersangka S menghampiri korban di kamar dan melakukan tindakan kejahatan seksual.

"Perbuatan tersangka dilakukan selama dua tahun dan korbannya dari Jombang dan luar kota seperti Jawa Tengah," ucap Agung.

Kejahatan seksual yang dilakukan oleh pimpinan Ponpes berinisial S tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun.

Kasus pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur  yang dilakukan oleh seorang pimpinan Ponpes ini terungkap dari laporan dua orang tua korban yang berlangsung pada tanggal 8-9 Februari 2021 kemarin.

"Tidak pindana pencabulan dan persetubuhan terhadap anak di bawah umur yang korbannya sampai saat ini masih sebanyak enam orang (Santriwati, Red) namun kalau memang ditemukan lagi kita akan lakukan pengembangan dan pemeriksaan kembali," ungkapnya, Selasa (16/2/2021).

Agung menyebut mayoritas santriwati korban pelecehan seksual pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dibawah berusia sekitar 16 tahun sampai 17 tahun.

"Tersangka S merupakan pimpinan pondok pesantren di salah satu Kabupaten Jombang," bebernya.

Adapun barang bukti dari kasus kejahatan seksual ini diamankan Handphone, baju dan pakaian dalam milik korban.

Tersangka S dijerat Pasal 76e juncto pasal 82 ayat 1 Undang undang perlindungan anak. Dia diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp.5 miliar.

"Kita akan proses nanti karena informasi masih ada lagi laporan yang akan kita terima yang kemungkinan korban bisa bertambah," tandasnya.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved