Breaking News:

Berita Jombang Hari Ini

Pimpinan Ponpes di Jombang Ketahuan Rudapaksa 6 Santriwati di Bawah Umur, Diduga Ada Belasan Korban

Kasus pencabulan hingga persetubuhan terhadap anak di bawah umur itu terungkap berdasarkan laporan dari dua orang tua korban.

KOLASE - Shutterstock/Mita Stock Images - KOMPAS.COM/MOH. SYAFIƍ
Tersangka kasus dugaan pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur, digelandang petugas di Mapolres Jombang, Jawa Timur, Senin (15/2/2021) (KANAN). 

Hal itu dilakukan pelaku di lingkungan pondok pesantren yang dipimpinnya.

Menurut Agung, para korban antara lain santri yang berasal dari Kabupaten Jombang, serta daerah di Jawa Tengah.

"Korban persetubuhan pada saat itu (kejadian) rata-rata masih berusia 16-17 tahun," ucap Agung.

Agung menjelaskan, dalam melancarkan aksinya, tersangka S biasanya melakukan bujuk rayu untuk memuluskan usahanya mencabuli dan menyetubuhi para korbannya.

Perbuatan tersebut dilakukan saat dini hari hingga menjelang waktu subuh.

"Tersangka melakukan bujuk rayu, karena yang bersangkutan ini sebagai pimpinan pondok pesantren sehingga ada ketakutan dari santri," ujar Agung.

Atas perbuatannya, tersangka S dijerat dengan pasal 76e juncto pasal 82 ayat 1 Undang undang perlindungan anak.

Pelaku S diancam dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.

*Artikel ini telah tayang sebelumnya di KompasTV

Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved