Breaking News:

Fakta Sebenarnya Warga Desa Tuban Beli 190 Mobil Massal, 1 Rumah Order 3 Unit, Kades Ngaku Khawatir

Terkuak, fakta sebenarnya warga desa di Tuban berbondong-bondong beli mobil, 1 rumah order 3 unit, Kades khawatir

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Adrianus Adhi
Suryamalang.com/kolase TikTok @rizkii.02
Tangkapan layar suasana warga desa Tuban membeli mobil massal 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Terungkap fakta sebenarnya warga desa Tuban membeli mobil massal yang jumlahnya mencapai 190 buah. 

Bahkan kabarnya satu rumah bisa memesan 3 unit mobil yang dikirim dengan puluhan truk dan berjejer datang ke desa tersebut. 

Kejadian ini viral di TikTok setelah diunggah akun @rizkii.02 pada Minggu (14/2/2021) lalu. 

Dalam video tersebut terlihat truk tersebut mengangkut mobil-mobil baru dan berjajar di jalanan kampung. 

Truk itu antri untuk menuju ke rumah pembeli menurunkan mobil yang telah dipesan. 

Amanda Manopo Dibela Dewi Perssik Hadapi Tingkah Halu Barbie Kumalasari, Fans Ikatan Cinta Bersatu

Remaja 17 Tahun Tak Gentar Digertak Polisi Gadungan di Malang, Modus Pemerasan Kasus Narkoba

Viral warga desa di Tuban borong mobil, terungkap fakta ini.
Viral warga desa di Tuban borong mobil, terungkap fakta ini. (TikTok @rizkii.02 )

Di atas truk-truk terdapat beragam mobil baru dari berbagai merk.

Dari keterangan yang ditulis pengunggah, mobil itu dibeli oleh sejumlah orang dalam satu desa yang sama.

'Satu desa borong mobil.mantap..!!' tulis keterangan di dalam video.

Berikut cuplikan video-nya:

  • Fakta sebenarnya

Dari penelusuran Kompas.com, hingga Selasa (16/2/2021), sudah ada 190 unit mobil baru yang datang ke desa tersebut.

Namun, Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Gihanto mengaku menyimpan rasa khawatir.

Pasalnya, hanya sedikit dari warganya yang menggunakan rezekinya untuk membuka usaha.

"Ada rasa kekhawatiran karena sedikit yang dibuat usaha," kata Kades ditemui di rumahnya, Selasa (16/2/2021), seperti dilansir dari Surya.co.id artikel 'Viral Warga Desa di Kabupaten Tuban Beli Mobil Ramai-ramai, Pak Kades Malah Khawatir, Ada Apa?'.

10 Ladang Uang Amanda Manopo yang Fantastis, Bisnis Skincare Sampai Make Up, Arya Saloka Kalah Telak

4 Pernyataan Ayu Ting Ting Jawab Soal Batal Nikah dengan Adit Jayusman, Bahas Permintaan Orang Tua

Kades Sumurgeneng, Gihanto ditemui di rumahnya, Selasa (16/2/2021)
Kades Sumurgeneng, Gihanto ditemui di rumahnya, Selasa (16/2/2021) (surya.co.id/m sudarsono)

Gihanto menjelaskan, di desanya ada sekitar 840 KK namun yang tanahnya dijual untuk kebutuhan lahan GRR sekitar 225 orang.

Nilai tanah di sekitar lokasi dihargai Rp 600-800 ribu, lebih jauh tinggi di atasnya dibanding harga semula Rp 100-150 ribu.

Rata-rata yang menjual tanahnya, 90 persen untuk beli mobil, 75 persen untuk beli tanah, 50 persen untuk bangun rumah.

Sedangkan yang untuk usaha sedikit sekali, hanya beberapa saja.

"Yang dibuat untuk usaha sedikit, banyak yang digunakan untuk beli mobil, sudah ada 176 mobil baru yang dibeli secara bertahap, kemarin baru datang 17 mobil," terangnya.

Zona Merah Jawa Timur Hari Ini Rabu 17 Februari 2021: Hanya Tersisa Kabupaten Jombang

Pesona Habib Usman Bikin Nikita Mirzani Klepek-klepek Mau Jadi Istri Kedua, Ini Reaksi Kartika Putri

Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai.
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil beramai-ramai. (Tribunnews/Istimewa)

Sementara itu, Mulyadi, salah satu warga mengaku tanahnya seluas 1/2 hektar telah dibeli sebagai ganti untung pembebasan lahan untuk pembangunan kilang minyak perusahaan Pertamina dan Rosneft.

Uang tersebut, menurut Mulyadi, digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan membeli mobil.

"Tanah saya 1/2 hektare, sebagian uangnya untuk membeli mobil," kata Mulyadi.

Gihanto menceritakan, dari ganti untung tersebut, warganya rata-rata setiap warga menerima uang sebesar Rp 8 miliar.

"Ada yang menerima Rp 26 miliar, tapi rata-rata sekitar Rp 8 miliar," jelasnya.

Unggahan ini pun mendapat banyak komentar dari para netizen.

@Eko Santoso:Gimana rasanya tetangga y....dikira ambil pesugihan kali.gua aj cm punya mobil 1 dikira cari pesugihan

@shanty88:w kira td itu mobil pada d derek karna kena razia parkir liar..,eh ga taunya abis borong mobil..Masya Allah

@cemplon:pasti orang Tuban nih..yg kemarin tanahnya dibeli ma Pertamina mangkanya pada ngeborong mobil

@Gunzi:Tanah laku 3M
Beli mobil 200jt.
Buat operasional.
Kan penunjang bisnis juga.
Dibali.. Jadi aset juga tu mobil.. RentCar

@Rizky:itu yg beli bukan 1 orang.tapi per orang.soalnya tanah'nya dibeli oleh phak PERTAMINA..

@Ylfaftmwati:Ini tetangga desa gue 15 orang beli bareng

@Ylfaftmwati:Dia bukan jual , tapi tanahnya ada yg di beli , ada juga serumahnya dia harus pindah rumah gitu , jadi desanya ke gusur

Diberitakan sebelumnya oleh Surya.co.id, video puluhan mobil baru tersebut direkam pada Minggu (14/2/2021) di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Total ada 17 mobil yang dibeli oleh warga setempat pada hari itu.

Sedangkan total keseluruhan mobil yang dibeli warga desa tersebut ada 176 mobil dengan pengirimina secara bertahap.

Bahkan satu rumah bisa membeli 2 atau 3 mobil.

Viral warga desa di Tuban borong mobil
Viral warga desa di Tuban borong mobil (TikTok @rizkii.02)

Tak hanya membeli mobil baru, sejumlah warga ada juga yang membeli mobil second atau bekas.

Warga Sumurgeneng beramai-ramai membeli mobil usai tanah mereka dibeli oleh Pertamina sebagai ganti rugi pembangunan kilang minyak GRR.

Kilang minyak tersebut memiliki luas sekitar 1.050 hektare.

Terdiri dari 821 ha lahan darat yang tersebar di Desa Kaliuntu, Wadung, Sumurgeneng, perhutani dan KLHK serta sisanya reklamasi laut.

Rencananya kilang ini akan beroperasi pada tahun 2024.

Kilang ini merupakan kerja bareng antara PT Pertamina dan Rosneft dari Rusia senilai Rp 225 Triliun.

Penulis: Sarah Elnyora/Editor: Adrianus Adhi/SURYAMALANG.COM

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved