Breaking News:

Berita Tuban Hari Ini

Pengakuan Petani di Tuban yang Dulu Ikut Demonstrasi Kini Menjadi Miliarder dan Ikut Beli Mobil

Banyak miliarder baru di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, setelah mendapat pencairan harga tanah untuk kilang minyak. 

SURYA
Demonstasi warga saat menolak pembangunan kilang minyak, dan deretan mobil yang dibeli warga 

SURYAMALANG.com, TUBAN - Banyak miliarder baru di Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, setelah mendapat pencairan harga tanah untuk kilang minyak. 

Beberapa di antaranya tak sedikit adalah yang dulu menolak penjualan tanahnya untuk pembangunan kilang minyak grass root refinery (GRR), perusahaan patungan Pertamina-Rosneft asal Rusia. 

"Ya dulu menolak tegas, tapi kalau sudah konsinyasi sudah babak terakhir, kita tidak bisa menolak," kata Wantono (40), warga setempat, Kamis (18/2/2021). 

Pria yang juga sebagai petani itupun tak punya pilihan untuk tidak mengambil uang pengganti lahan dari Pertamina. 

Kepemilikan 4 hektar lahan miliknya membuat ia mendapat Rp 24 miliar lebih. Uang itupun segera diambil, sebagian digunakan untuk beli 1 unit mobil expander, beli tanah dan ditabung. 

Ia masih menyisakan 3 hektar lahan yang tidak masuk peta penetapan lokasi (penlok) kilang minyak.

"Saya hanya beli 1 expander, belum mau nambah. Kalau sisa lahan masih kita gunakan untuk bertani, ada yang disewakan juga," terangnya. 

Baca juga: Pengakuan Dealer Mobil Layani Warga Desa Miliarder Tuban: Over Target dan Masih Banyak Pesanan

Baca juga: Video Miliarder Tuban Beli Belasan Mobil Viral Hingga Malaysia, Ini Pengakuan Pembuat Video

Baca juga: UPDATE 7 Fakta Baru Warga Tuban Rombongan Beli 190 Mobil, Ada yang Terima 28 Miliar dari Pertamina

Suasana demonstrasi warga di DPRD Kabupaten Tuban yang menolak pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft pada Selasa (29/1/2019).
Suasana demonstrasi warga di DPRD Kabupaten Tuban yang menolak pembangunan kilang minyak Pertamina-Rosneft pada Selasa (29/1/2019). (SURYA.co.id/M Sudarsono)

Hal sama juga disampaikan Ali Sutrisno (37), selaku warga yang menolak menjual tanahnya untuk kilang minyak. 

Ia menjual tanah kurang lebih 2,2 hektar, dari hasil penjualan lahan mendapat sekitar Rp 17 miliar. 

Lantas uang dari hasil penjualan tanah tersebut di antaranya digunakan untuk beli tiga mobil baru, beli tanah lagi dan ditabung. 

Halaman
1234
Penulis: Mochamad Sudarsono
Editor: Adrianus Adhi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved