Breaking News:

4 Ciri-ciri Mobil Bekas Banjir, Cukup Dilihat Dari Body Luar Tanpa Bongkar Mesin

Jangan sampai tertipu! kenali ciri-ciri mobil bekas banjir, cukup dilihat dari body luar tanpa bongkar mesin

Penulis: Sarah Elnyora | Editor: Dyan Rekohadi
Suryamalang.com/kolase AGUS SUSANTO/KOMPAS/Nibras Nada Nailufar
Ciri-ciri Mobil Bekas Banjir, Cukup Dilihat Dari Body Luar Tanpa Bongkar Mesin 

Namun motor EPS masih bisa diperbaiki jika korosi tidak terlalu parah.

"Motor EPS kita bongkar, kita semprot hawa panas, semprot juga WD-40 untuk menghilangkan karatnya, tapi ada juga yang udah enggak bisa ketolong, harus ganti" lanjut Fajar.

2. Alternator

Ilustrasi Alternator mobil yang rusak akibat banjir
Ilustrasi Alternator mobil yang rusak akibat banjir (Ryan/gridoto.com)

Komponen atau spare part yang rentan rusak berikutnya adalah alternator, alternator memiliki fungsi sebagai pengisi aki mobil agar aki tidak drop.

Sama seperti motor EPS, kerusakan alternator juga diakibatkan karena karat bekas genagan air.

Jika alternator bermasalah, aki tidak lagi mampu menyuplai listrik untuk kebutuhan mobil, termasuk saat stater.

Masih menurut Fajar Rudi dari bengkel Auto Teknik di Sangiang Tangerang, ada beberapa langkah untuk menyelamatkan mobil yang terendam banjir

"Mobil habis terendam banjir jika salah penanganannya bisa berakibat fatal," tekan Fajar Rudi Minggu, (21/2/2021).

Sebaiknya lakukan 4 hal ini agar resiko kerusakan mobil tidak semakin parah:

1. Matikan mesin kendaraan

Menurut Fajar, cara pertama ketika mobil habis terendam banjir jangan sekali-kali menghidupkan mesin, sebab bisa berpotensi mengalami kerusakan pada ECU dan elektrikal lainnya.

"Mobil yang habis terendam banjir jangan langsung hidupkan mesin, berisiko ECU mobil bisa kena, ketika mesin hidup ECU akan bekerja," katanya.

Selain itu, jika air masuk ke dalam ruang pembakaran, ketika menghidupkan mesin berisiko merusak komponen yang ada di dalam mobil, dampak parahnya bisa kena gejala water hammer.

2. Lepas konektor aki mobil

Lepas konektor aki mobil ini untuk meminimalkan terjadinya korsleting.

"Supaya meminimalisir terjadinya korslet, sebaiknya lepas konektor aki, lepas bagian negatif dulu, baru yang positif," ujarnya.

Menurutnya, dengan cara melepas konektor aki, tidak ada komponen elektrikal yang terhubung arus listrik.

"komponen kelistirikan bisa rusak biasanya karena korslet, tapi kalau enggak ada korslet, kemungkinan bisa diselematkan setelah dibongkar dan dibersihkan dari lumpur ya," lanjut Fajar.

3. Periksa kondisi oli mesin dan oli transmisi

Langkah selanjutnya periksa kondisi oli mesin dan oli transmisi melalui dipstick oli.

Jika kondisi oli mesin maupun oli transmisi berwarna putih krem atau putih kecoklatan artinya oli sudah terkontaminasi dengan air.

"Air bisa masuk melalui dipstick oli, bagian dipstick oli kan emang enggak begitu rapat, tapi bisa juga melalui saluran udara atau air intake," Katanya.

4. Lakukan penangan lebih lanjut di bengkel

Fajar menyarankan untuk periksa lebih lanjut ke bengkel menggunakan towing untuk penangan lebih lanjut dan mendeteksi komponen apa saja yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir.

"Penganan lebih lanjut sebaiknya periksa ke bengkel, di daerah Regensi dan Grand Tomang sini memang langganan banjir, biasanya (komponen) yang sering kena bagian alternator dan power steering elektrik," tutup Fajar Rudi dari bengkel Auto Teknik di Sangiang Tangerang.

Seperti diketahui, banjir di beberapa titik di Jakarta dan sekitarnya membuat mobil-mobil ikut terendam banjir, namun penanganan yang salah bisa menyebabkan kerusakan fatal.

Dikutip via otoseken.gridoto.com artikel 'Mobil Terendam Banjir, Lakukan 4 Cara Ini Biar Enggak Makin Fatal'

Penulis: Sarah Elnyora/Editor: Dyan Rekohandi/SURYAMALANG.COM.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved