Breaking News:

Berita Pasuruan Hari Ini

Bangun Tidur di Vila Tretes Pasuruan, Wanita Ini Kaget Ada Pria Mabuk Gerayangi Tubuhnya

Cewek berinisial DN kaget saat bangun tidur di vila di Tretes, Pasuruan pada Senin (22/2/2021) pagi.

SURYAMALANG.COM/Galih Lintartika
Polsek Prigen 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Cewek berinisial DN kaget saat bangun tidur di vila di Tretes, Pasuruan pada Senin (22/2/2021) pagi.

Dia merasakan ada pria mabuk yang menggerayangi tubuhnya.

Pria yang diketahui berinisial D itu juga mencekik DN.

Kasus ini bermula saat DN akan dikenalkan dengan D oleh temannya berinisial H.

Setelah itu DN dan D janjian bertemu untuk pesta di Prigen pada Minggu malam. Pesta itu juga diikuti H.

D menjemput DN di rumahnya sekira pukul 21.00 WIB.

"Saat dijemput itu, saya baru pulang dari Malang. Saya juga tidak tahu itu pesta apa. Tapi D sempat bilang bahwa itu hanya acara kongkow," kata DN kepada SURYAMALANG.COM.

DN terkejut saat sampai di vila karen abanyak teman-teman D bersama teman perempuannya, termasuk H.

"Pestanya itu mulai dari karaoke sampai minum minuman keras (miras). Tapi saya tidak minum," urainya.

Tak lama kemudian sejumlah teman D dan teman perempuannya masuk ke kamar satu per satu.

Hanya menyisahkan DN, D, teman D, dan teman perempuannya di luar.

"D sempat mengajak saya masuk ke kamar, tapi saya menolak. Karena sungkan, temannya tidak masuk ke kamar kalau D dan saya tidak masuk kamar. Akhirnya saya mau diajak ke kamar," ungkap dia.

Begitu masuk kamar, tiba-tiba D mengeluh sakit perut. DN juga tidak penyebab D kesakitan.

Akhirnya DN memanggil H untuk mencarikan obat sakit perut.

"Tak lama kemudian H membawakan obat sakit perut untuk D. D pun langsung minum obat itu, dan D langsung tertidur di kasur," papar dia.

Lalu DN juga tertidur di kasur.

DN terbangun saat melihat D menyentuh bagian sensitif tubuhnya.

"Saya risih. Saya sampaikan kepada dia bahwa saya tidak suka diperlakukan seperti itu. Saya kecewa sekali. Saya sudah tegaskan ke dia."

"Seketika itu saya marah karena dilecehkan, dan saya hanya ingin pulang," sambungnya.

DN pun langsung memesan ojek online.

"Tiba-tiba dia (D) marah besar," jelasnya.

D langsung mencekik leher DN. Cengkraman D sangat kuat sehingga DN sampai kesulitan bernafas.

Tapi, DN berusaha sekuat tenaga melawan dan berusaha melepas cengkraman itu.

"Semakin kuat saya melawan, semakin kuat cengkramannya. Saya juga sempat dibenturkan ke tembok satu kali. Saya tetap melawan, dan akhirnya cengkraman yang mencekik leher saya lepas. Saya lega," urainya.

Setelah ojek online datang, DN bergegas meninggalkan D di kamar.

Dia mengambil tas di meja, dan pergi dari lokasi.

"Saya sempat mengetuk pintu kamar H. Saya juga marah ke H karena D tidak sopan dan kurang ajar. Saat itu H hanya diam dan tidak menyampaikan apa-apa," ujar dia.

D juga sempat mengejar DN di kamar H.

Saat itu D menyampaikan minta maaf atas kejadian tersebut.

Bahkan D mengulurkan tangan untuk mengajaknya kembali ke kamar.

"Saya tidak mau. Saya merasa dilecehkan dan saya juga sudah dianiaya. Leher saya dicekik. Saya tetap tidak menggubris , dan saya pergi ke Polsek untuk membuat laporan atas penganiayaan itu," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Prigen, AKP Bambang Tri mengaku sudah minta keterangan korban, saksi, dan terduga pelaku.

"Kami masih menunggu hasil visum luka korban dari Puskesmas Prigen. Setelah itu kami akan menentukan sikap," kata Bambang.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved