Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Sinkronisasi Pajak dan Restribusi Parkir, Bapenda Kota Malang Petakan 510 Titik Parkir

Badan Pendapatan Daerah Kota Malang telah memetakan 510 titik yang menjadi kawasan abu-abu parkir di Kota Malang.

rifky edgar/suryamalang.com
Ilustrasi parkiran kendaraan di sekitaran Pasar Besar Kota Malang, Selasa (23/2/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Badan Pendapatan Daerah Kota Malang telah memetakan 510 titik yang menjadi kawasan abu-abu parkir di Kota Malang.

Titik tersebut merupakan daerah yang belum jelas statusnya, apakah masuk ke dalam restribusi parkir ataupun pajak parkir.

Hal inilah yang menjadi program serius Bapenda Kota Malang untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang di tahun 2021, serta mengantisipasi adanya potensi kebocoran pendapatan dan meminimalisir adanya parkir liar di Kota Malang.

"Selama ini yang menjadi kawasan abu-abu seperti ruko itu apakah masuk pajak atau retribusi masih belum tertata dengan baik. Sehingga menyulitkan kontrol dan pengawasan," ucap Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, Selasa (23/2).

Dengan telah dipetakannya titik-titik parkir tersebut, Bapenda Kota Malang bakal melakukan singkronisasi dengan cara melakukan pemilahan yang jelas, antara restribusi parkir dan pajak parkir, mengingat keduanya memiliki perbedaan.

Jika restribusi parkir dipegang oleh Dinas Perhubungan Kota Malang, sedangkan pajak parkir dipegang oleh Bapenda Kota Malang.

"Ini salah satu sumber masalah parkir di Kota Malang selama belasan tahun yang belum terselesaikan. Dan kami mencoba untuk menyelesaikannya sekarang sebagai prioritas kegiatan jangka pendek di Bapenda," terangnya.

Setelah adanya singkronisasi tersebut, nantinya akan dituangkan ke dalam berita acara yang akan disaksikan oleh Wali Kota Malang.

Baru kemudian antara pajak parkir dan retribusi parkir akan dimasukkan ke dalam satu dashboard 
melalui aplikasi yang bernama Sistem Informasi Parkir Malang (Sisparma).

Aplikasi yang kini dikembangkan oleh Dishub tersebut nantinya akan mendata titik-titik parkir, juru parkir yang dilengkapi dengan ID card dan juga scan barcode.

Hal tersebutlah yang nantinya akan memudahkan pengawasan parkir yang akan dilakukan oleh Dishub Kota Malang.

"Pengawasan parkir nanti akan dilakukan oleh Dishub Malang. Melalui Sisparma nanti, siapa pun nanti akan tau jukir tersebut resmi atau liar. Aplikasi ini nanti bisa diakses oleh siapapun. Sehingga harapannya masyarakat nanti yakin, bahwa uang parkir yang dibayarkan akan masuk ke kas daerah," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved