Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Limbah TPA Tlekung Tidak Memenuhi Standar Baku Mutu Limbah

Raymond Valiant Ruritan memberikan penjelasan mengenai kejadian pencemaran badan air yang dilaporkan Pemerintah Desa Junrejo kepada Perum Jasa Tirta I

benni indo
Dirut Perum Jasa Tirta I Raymond Valiant Ruritan. 

SURYAMALANG.COM, BATU - Direktur Utama Perusahaan Umum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan memberikan penjelasan mengenai kejadian pencemaran badan air yang dilaporkan Pemerintah Desa Junrejo kepada Perum Jasa Tirta I melalui surat pada 5 Februari 2021.

Seperti diberitakan sebelumnya, pencemaran badan air itu terjadi akibat lindi dari TPA Tlekung.

"Telah kamin tindaklanjuti dengan pengambilan contoh limbah. Analisis laboratorium telah dilakukan pada contoh air limbah yang diambil di sekitar longsoran sampah dari TPA Tlekung dan limbah cair dari TPA tersebut," papar Raymond dalam pesan pendek kepada jurnalis.

Analisis menggunakan peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.59/menLHK/Setjen/Kum.1/7/2016 tentang baku mutu lindi bagi usaha dan atau kegiatan tempat pemrosesan akhir sampah.

Uji lebih lanjut terhadap contoh dari badan air di bagian hilir titik longsor sampah juga menunjukkan kualitas air tidak memenuhi standar air kelas III sesuai Perda Provinsi Jatim No 2 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian/Pencemaran Air di Provinsi Jawa Timur.

"Artinya, patut diduga badan air di hilir TPA Tlekung terkena limbah lindi. Perum Jasa Tirta I akan menyampaikan informasi awal ini secara tertulis kepada Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jatim dan Pemerintah Kota Batu dengan harapan dapat dilakukan upaya perbaikan terhadap pengelolaan TPA Tlekung yang diduga telah melepas air lindi dan mencemari badan air di sebelah hilirnya," tegas Raymond.

Sungai dari sekitar TPA tersebut masuk ke Sungai Brantas yang dikelola Perum Jasa Tirta I.

Analisis menunjukkan limbah tidak memenuhi standar/baku mutu limbah untuk lindi bagi usaha atau kegiatan pemrosesan akhir sampah.

Sebelum Pemerintah Desa Junrejo, Perum Jasa Tirta 1 telah mengeluarkan hasil uji laboratorium dari contoh air tercemar yang dikirim oleh Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) pada 16 Februari 2021. Sampel itu dikirim oleh Hippam pada 1 Februari 2021.

Berdasarkan rilis resmi dari Pengawas HIPPAM RW 01 Desa Junrejo, Bayu Sakti, menerangkan dari 7 parameter uji, hanya 2 parameter yang masuk dalam standar baku mutu, yaitu: pH air 7,43 dari standar 6-9 dan TSS atau sifat pengotor air yang melayang/suspended sebesar 165,8 mg/L dari standar baku mutu maksimum 400 mg/L.

"Parameter selebihnya hasilnya jauh kurang atau jauh melebihi standar baku mutu," ujar Bayu.

Lima parameter itu adalah DO atau oksigen terlarut untuk sifat daya dukung makhluk hidup sebesar 0,5 mg O2/L dari standar baku mutu minimum 3 mg O2/L atau hanya seperenamnya.

Kedua, BOD sebesar 66,45 mg/L dari baku mutu maksimum 6 mg/L. Ketiga, COD sebesar 211 mg/L dari baku mutu maksimum 50 mg/L.

Keempat Amonia, yang menyebabkan air menimbulkan bau, sebesar 7,136 mg/L. Terakhir, Fosfat Total (PO4-P) sebesar 1,808 mg/L dari baku mutu maksimum 1 mg/L.

"Dari hasil di atas, Pengawas HIPPAM Sumber Kembang meminta kepada jajaran pengurus HIPPAM agar benar-benar mengamankan tandon air dan jaringan pipa air bersih supaya tidak sampai kemasukan air sungai, utamanya saat banjir," papar Bayu.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved