Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Pria Bandulan Malang Sembunyikan 1 Gram Sabu di Bungkus Kopi

Bermaksud mengelabui polisi, Yudha Prasetyo, warga Bandulan Malang, menyembunyikan sabu miliknya di dalam sebuah bungkus (sachet) kopi instan

Kukuh Kurniawan/TribunJatim.com
Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto, saat menunjukkan barang bukti dan tersangka, dalam rilis ungkap kasus narkoba sabu, Rabu (24/2/2021). 

Reporter : Kukuh Kurniawan

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bermaksud mengelabui polisi, Yudha Prasetyo alias Doweh (34), warga Jalan Bandulan Barat, Kelurahan Bandulan, Sukun, Kota Malang, menyembunyikan sabu miliknya di dalam sebuah bungkus (sachet) kopi instan.

Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto mengatakan, penangkapan tersangka berawal dari adanya laporan masyarakat.

"Dari hal tersebut, kami melakukan penyelidikan. Akhirnya kami mendapati identitas tersangka," ujarnya dalam press rilis narkoba Polsek Sukun yang digelar pada Rabu, (24/2/2021).

Setelah mendapatkan identitas tersangka, Unit Reskrim Polsek Sukun bergerak menangkap tersangka di rumahnya pada Rabu, (17/2/2021) malam.

"Setelah menangkap tersangka, kami pun langsung melakukan penggeledahan di rumahnya. Ternyata benar, ditemukan satu buah timbangan digital, satu buah kotak berisi 20 klip plastik, dan satu bungkus kopi instan yang berisi sabu seberat 1 gram," jelasnya.

Dirinya menjelaskan, tersangka memang sengaja menyembunyikan sabu di bungkusan kopi, dengan maksud untuk mengelabui petugas.

"Namun anggota kami sudah terlatih, dan tidak mudah untuk dikelabui begitu saja. Dan bungkusan kopi berisi sabu itu, ditemukan berada di dalam kamar tersangka," jelasnya.

Akhirnya barang bukti beserta tersangka dibawa menuju ke Polsek Sukun, untuk dimintai keterangan.

Dari pengakuannya, tersangka memperoleh sabu dari seseorang berinisial BG.

Tersangka membeli sabu dengan cara sistem ranjau.

"Tersangka membeli sabu, seharga Rp 1,2 juta/gram. Sabu tersebut digunakan untuk konsumsi pribadi," terangnya.

Akibat perbuatannya itu, tersangka bakal terancam mendekam di dalam penjara dalam waktu yang cukup lama.

"Tersangka kami kenakan Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Ancaman hukumannya adalah maksimal 12 tahun penjara. Dan kasus ini masih terus kami lakukan penyelidikan, karena dari barang bukti yang kami dapat, diduga tersangka juga merupakan pengedar narkoba," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved