Breaking News:

Meskipun Sudah Ada Vaksinasi Covid-19, Sampaikan Kapan Kita Harus Patuh pada Protokol Kesehatan?

Meskipun Sudah Ada Vaksinasi Covid-19, Sampaikan Kapan Kita Harus Patuh pada Protokol Kesehatan?

SHUTTERSTOCK/PALSAND
Ilustrasi vaksin virus corona atau vaksin Covid-19. 

SURYAMALANG.COM - Vaksinasi virus corona di Indonesia terus digencarkan, dan sudah memasuki tahap kedua untuk pekerja publik.

Tak hanya untuk pekerja publik, vaksinasi Covid-19 tahap kedua ini juga diberikan kepada kelompok masyarakat lanjut usia (lansia) di atas usia 60 tahun.

Artinya, semakin banyak anggota masyarakat yang nantinya mendapatkan vaksin Covid-19.

Rencananya, dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, ada 38.513.446 orang diharapkan selesai divaksin pada Mei 2021.

Terkait pemberian vaksin Covid-19 ini, banyak dari masyarakat mungkin sudah sering mendengar imbauan bahwa setelah disuntik vaksin tetap harus menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Arahan ini memang benar adanya untuk mencapai target memutuskan rantai kasus infeksi virus corona atau setidaknya mengendalikan kasus infeksi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 RS Universitas Sebelas Maret (UNS) dr Tonang Dwi Ardyanto, SpPK, Phd mengatakan, vaksinasi Covid-19 tidak menjamin 100 persen partisipannya tidak akan terinfeksi Covid-19.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI sendiri telah mengungkapkan hasil analisis interim uji klinis terhadap Vaksin Sinovac di Bandung bahwa efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen.

Angka ini telah memenuhi persyaratan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di atas 50 persen.

Apa artinya efikasi 65,3 persen?

Halaman
123
Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved