Breaking News:

Terlanjur Senang Dijemput Sang Ayah, Tangis Pria Ini Pecah, Mobil Jenazah Datang Bawa Mayat Ayahnya

Tangis pelajar ini saat mpbil jenazah jemput di sekolah, dikira bakal dijemput sang ayah ternyata mobil jenazah tersebut bawa mayat ayahnya.

Penulis: Ratih Fardiyah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Instagram @badariah.mohdmohaidin
Tangis pilu pria ini terekspos saat mobil jenazah jemput di sekolah 

"Motivasinya cuma iseng. Awalnya saya dan adik sedang tidak ngapain-ngapain. Akhirnya mengumpulkan foto-foto untuk dibuat video," kata Ariyana (23), anak nomor tujuh.

Mulyono menikah dengan Partina pada tahun 1986.

Saat itu Mulyono masih berusia 12 tahun. Sedangkan istrinya berusia 11 tahun.

Dua tahun pertama menjalani rumah tangga itu, psutri ini dikarunia anak perempuan.

Karena itu, ia dan istri ingin punya anak laki-laki.

"Awalnya ingin punya anak laki-laki, tapi yang lahir perempuan. Akhirnya keterusan (sampai 16 anak)," kata Mulyono.

Selisih umur anaknya rata-rata hanya satu tahun hingga paling lama empat tahun.

"Alhamdulillah semuanya lahir normal semua. Sehat semua," ujar Mulyono.

Dari 16 anaknya itu, dua di antaranya meninggal dunia saat masih kecil, yaitu anak nomor tiga dan anak terakhir.

Partina sudah pernah ikut program Keluarga Berencana (KB).

Bahkan, saat itu sempat pasang implan susuk.

Namun, implan tersebut tidak lama kemudian dicabut karena membahayakan kesehatannya.

Partina mengaku tidak pernah menyesal dan selalu bersyukur memiliki banyak anak.

Bahkan dia merasa senang karena kehidupan keluarganya menjadi ramai.

Partina mengungkapkan sempat ada orang yang ingin mengadopsi anaknya.

Namun, dia tidak mengizinkannya dan memilih untuk merawatnya sendiri bareng suami.

""Saya juga mau diberi rumah dan uang, tapi saya tidak mau. Biarkan anak-anak kumpul. Makan tidak makan yang penting kumpul. Alhamdulillah tidak ada yang ikut orang," kata dia.

Dari 14 anaknya itu, saat ini hanya delapan orang yang tinggal bersamanya.

Sebab, sudah ada yang pergi merantau dan berkeluarga.

Sedangkan anak yang tinggal bersamanya, paling kecil masih duduk di bangku TK sedangkan paling besar menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

Penulis: Ratih Fardiyah/Editor: Eko Darmoko/SURYAMALANG.COM.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved