Breaking News:

Fakta dan Mitos Soal Sperma, Mulai dari Manfaat Ejakulasi Bagi Kesehatan Hingga Intensitas Bercinta

Fakta dan Mitos Soal Sperma, Mulai dari Manfaat Ejakulasi Bagi Kesehatan Hingga Intensitas Bercinta

Editor: eko darmoko
Shutterstock via Kompas.com
ILUSTRASI 

Salah satu takaran yang digunakan adalah frekuensi atau sering tidaknya ejakulasi atau mengeluarkan sperma.

Dilansir dari Medical News Today, sebenarnya tidak ada patokan baku berapa kali seminggu sperma harus keluar.

Frekuensi ejakulasi atau sperma keluar setiap individu bisa berbeda-beda, tergantung:

- Usia

- Kondisi kesehatan

- Status hubungan pribadi masing-masing.

Berdasarkan studi di AS pada 2015, pria paling sering ejakulasi dari bercinta dengan pasangannya saat berusia 25-29 tahun.

Dari penelitian terpantau, frekuensi bercinta dan seringnya sperma keluar tersebut semakin menurun atau makin jarang seiring pertambahan usia.

Hingga kini, belum ada patokan baku frekuensi ideal pria mengeluarkan sperma dalam sepekan, baik itu melalui masturbasi atau bersama pasangannya.

Dampak sering mengeluarkan sperma bagi tubuh juga tidak bisa dipukul rata antara satu pria dengan pria yang lainnya.

Ejakulasi atau sperma keluar baru berbahaya bagi pria apabila pria tidak nyaman melakukannya dan aktivitas seksual menyebabkan nyeri.

Studi ejakulasi bisa memberikan manfaat kesehatan

Pertanyaan berapa kali seminggu sperma harus keluar bagi pria jamak digulirkan sejak muncul laporan dari European Urology pada akhir 2016 lalu.

Melansir Healthline, studi terhadap 31.925 pria tersebut menyebut, ejakulasi setidaknya 21 kali sebulan bisa mengurangi risiko kanker prostat pada pria.

Dengan kata lain, untuk mencegah kanker prostat, pria perlu mengeluarkan sperma setidaknya empat kali dalam seminggu.

Kendati ada temuan studi antara kanker prostat dan frekuensi ejakulasi, namun penelitian tersebut masih perlu riset lebih lanjut.

Pasalnya, studi tersebut hanya mengandalkan laporan dari responden dalam medio 1992 sampai 2010.

Para responden melaporkan frekuensi ejakulasi per bulan dan apakah mereka mengidap kanker prostat atau tidak.

Penelitian tersebut dianggap belum menyakinkan karena mengandalkan laporan dari responden, bukan dari pengamatan laboratorium terkontrol.

Sehingga, ada kemungkinan hasilnya belum cukup akurat karena responden bisa saja tidak jujur melaporkan frekuensi ejakulasinya.

Studi yang lain pada 2004 juga berupaya membuktikan kaitan frekuensi sperma keluar dengan risiko kanker prostat.

Namun, para ahli menyimpulkan frekuensi ejakulasi tidak signfikan memengaruhi faktor risiko kanker prostat.

Menurut sejumlah ahli, kanker prostat tidak dipengaruhi kebiasaan dan frekuensi ejakulasi.

Melainkan lebih dipengaruhi kondisi kesehatan pria.

Manfaat ejakulasi

Terlepas dari seberapa sering pria ejakulasi atau spermanya keluar, terdapat beberapa manfaat ejakulasi, di antaranya:

- Bisa jadi sarana membakar kalori, terutama apabila seks dilakukan bersama pasangannya

- Seks dan ejakulasi dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke

- Seks dan ejakulasi dapat meredakan stres, memperbaiki suasana hati, dan mengurangi nyeri

- Berhubungan seks setidaknya sekali seminggu juga bisa meningkatkan sistem daya tahan tubuh

- Ejakulasi juga membantu pria tidur lebih nyenyak.

Para pria tak perlu khawatir sperma keluar secara teratur bakal habis.

Dalam kondisi normal, pria bisa memproduksi 1.500 sperma setiap detik atau beberapa juta dalam sehari.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Idealnya, Sperma Harus Keluar Berapa Kali dalam Seminggu?

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved