Breaking News:

Berita Pasuruan Hari Ini

Jembatan di Desa Andonosari Pasuruan Rusak Diterjang Longsor, Sejumlah Sapi Ikut Terseret Arus

Jembatan di Desa Andonosari Pasuruan Rusak Diterjang Longsor, Sejumlah Sapi Ikut Terseret Arus

IST
Jembatan di Desa Andonosari Pasuruan diterjang longsor, Sabtu (27/2/2021). 

SURYAMALANG.COM, PASURUAN - Sebuah kandang sapi dan jembatan di wilayah Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (27/2/2021) sore rusak parah akibat tersapu material longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, selain merusak kandang, longsor juga memutuskan satu-satunya jembatan yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk beraktivitas.

Kepala Desa Andonosari Antok menjelaskan, longsor ini terjadi di Dusun Andonosari. Ada dua titik, pertama di pedukuhan Besuki. Di situ, longsor menyapu kandang sapi. Kedua, di pedukuhan Sekarkuning yang merusak jembatan.

"Iya kejadiannya tadi sore sekitar pukul 16.00 WIB. Saya barusan dapat info sekitar pukul 18.00 WIB," kata Antok, saat dihubungi.

Dia menjelaskan, sejauh ini, laporan kerusakan hanya terjadi di kandang sapi itu, dan jembatan yang putus. Dia menyebut, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor ini.

"Kalau di video yang viral itu, kebetulan warga saya, Pak Sumardi sedang berusaha keluar dari materialan longsor. Dia berhasil keluar, termasuk sapi-sapi miliknya," lanjut Kades.

Kades menceritakan, saat kejadian, pemilik kandang yang berusia 50 tahun itu memang sedang berada di dalam kandang. Ia sedang memberikan makan sapi-sapi miliknya.

"Dari atas, ada material longsor. Kebetulan posisi kandang di paling bawah. Jadi ya tersapu material longsor. Beruntung pemilik sapi dan sapinya berhasil diselamatkan," urainya.

Kendati demikian, ia mendapatkan informasi jika Sumardi sempat syok. Pemilik kandang sempat lemas paska kejadian. Bahkan, ia harus dibopong dan dituntun meninggalkan lokasi kejadian.

"Sumardi dan empat sapinya selamat. Dan allhamdulillah, info terakhir yang saya dapatkan, Sumardi sudah sedikit membaik. Ada banyak perubahan dibandingkan paska kejadian longsor," papar dia.

Di sisi lain, ia menyebut 30 KK terisolir paska jembatan terputus. Itu satu-satunya jembatan yang biasa digunakan masyarakat pedukuhan Sekarkuning untuk beraktivitas. Mulai ke sawah, pasar dan lainnya.

"Saya belum sempat ke lokasi. Kebetulan di sini masih hujan deras. Hujan terjadi sejak siang tadi. Kemungkinan besok pagi, saya akan ke lokasi kejadian untuk melihat perkembangan," sambungnya.

Selain itu, longsor juga terjadi di Desa Ngadiwono, Kecamatan Tosari, tepatnya jalur Wonokitri - Podokoyo menuju wisata Gunung Bromo. Jalur ini tertutup materialan longsor.

Untuk sementara, kendaraan tidak bisa ke Gunung Bromo melalui jalur ini. Meskipun demikian, Pemkab Pasuruan sedang berusaha membersihkan material longsor ini agar jalan bisa kembali dilalui.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved