Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

UPDATE Kasus Salah Transfer Bank, Jaksa Ganti Pasal Dakwaan dan Kejanggalan Diungkap Para Pihak

Jika polisi menggunakan jeratan pasal TPPU, Jaksa justu menghilangkan pasal TPPU dan menggantinya dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

KOlase - Shutterstock-Kompas.com
ILUSTRASI 

Penulis : Syamsul Arifin , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kasus hukum yang bermula dari salah transfer pihak bank dan nasabahnya nampaknya akan terus berlanjut di Pengadilan.

Nasabah bank, Ardi yang menerima dana dari proses salah transfer dan menjadi terdakwa akan dijerat dengan pasal yang berbeda.

Jika sebelumnya polisi menggunakan jeratan pasal TPPU, Jaksa justu menghilangkan pasal TPPU dan menggantinya dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan.

Di sisi lain, pihak kuasa hukum terdakwa juga mengungkapkan kejanggalan-kejanggalan dalam proses hukum kasus ini.

Salah satunya kejanggalan dari sisi proses hukum yang kilat atau cepat dari proses P21 hingga siap disidangkan , dalam hitungan 4 hari saja.

Kasubsi Pra Penuntutan Kejari Tanjung Perak I Gede Willy Pramana meyakini dalam putusan sela nanti perkara ‘salah transfer’ akan dilanjutkan ke tahap pembahasan pokok perkara.

Mengingat, surat dakwaan telah disusun. Dalam surat dakwaan sesuai Pasal 143 ayat (2) huruf A dan huruf B UU No. 8 Tahun 1981.

“Kemudian yang menarik adalah penerapan Pasal 85 UU No.3 Tahun 2011 Tentang Transfer Dana. Dimana tindak pidana terletak pada saat pelaku dengan sengaja dan mengakui sebagai miliknya,” kata Willy yang juga sebagai jaksa penuntut dalam kasus ini, Senin, (1/3/2021).

Nah, dari situlah menurut Willy adalah letak kesalahan dari pelaku.

Halaman
1234
Editor: Dyan Rekohadi
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved