Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Soal Revitalisasi Pasar Besar, DPRD Kota Malang Minta Pemkot Jangan Timbulkan Kecemasan Pedagang

Adanya wacana revitalisasi Pasar Besar yang bakal dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang menimbulkan kegelisahan dan kecemasan pedagang.

rifky edgar/suryamalang.com
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Rifky Edgar
Editor Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Adanya wacana revitalisasi Pasar Besar yang bakal dilakukan oleh Pemerintah Kota Malang menimbulkan kegelisahan dan kecemasan pedagang.

Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, dari sejumlah pedagang yang mendengarkan kabar tersebut dari pemberitaan di media.

Alasan itulah yang menjadikan DPRD Kota Malang mengajak perwakilan pedagang untuk melakukan audiensi bersama Komisi B DPRD Kota Malang pada Kamis (4/3/2021).

"Kami tadi itu mendengarkan aspirasi dari pedagang Pasar Besar. Karena saya sendiri sering dihubungi soal rencana revitalisasi. Sementara kami legislatif belum diajak ngobrol soal wacana ini (revitalisasi)," ucap.

Dari apa yang disampaikan pedagang tersebut muncul sebuah persoalan terkait dengan revitalisasi Pasar Besar Malang.

Katanya, pedagang belum mendapatkan sosialisasi dari Pemkot Malang, soal wacana revitalisasi Pasar Besar.

Hal inilah yang menjadi titik lemah dan menimbulkan kecemasan dan kegelisahan dari pedagang atas nasib mereka ke depan.

"Seharusnya Pemkot Malang melakukan komunikasi terlebih dahulu. Baik itu kepada UPT ataupun pedagang Pasar Besar terkait rencana apa yang dilakukan. Kalau rencananya dari awal disosialisasikan, pasti tidak akan seperti ini," ujarnya.

Di sisi lain, politisi PDIP itu mengaku, bahwa Dewan belum pernah menerima surat resmi dari Pemkot Malang soal wacana revitalisasi Pasar Besar.

Pihaknya juga belum mengetahui rencana Pemkot Malang ke depan soal Pasar Besar, terutama soal adendum PKS, yang membutuhkan proses panjang antara eksekutif dan legislatif.

"Termasuk persoalan anggaran yang belum jelas antara nanti pembangunan menggunakan dana APBD, APBN maupun dari investor. Sampai saat ini DPRD kota malang belum menerima surat resmi dari Pemkot Malang. Kami juga nanti akan memberikan kepastian kepada pedagang, tak mungkin pembongkaran dilakukan tanpa komunikasi. Karena ini masih wacana," ucapnya.

Dewan pun berharap, nantinya pedagang tidak terkena isu-isu negatif soal wacana pembangunan Pasar Besar ini.

Dia juga mendorong agar pedagang bisa suara dan membentuk sebuah paguyuban yang lebih terupdate.

"Kami sarangkan agar pedagang ini membentuk paguyuban berdasarkan komiditas yang ada. Karena di sana banyak kan komoditasnya," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved