Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Tanggapan DPI Soal Realisasi Perumahan di Malang yang Sempat Diprotes Pembeli

Bayar Rp 450 Juta Tapi Realisasi Perumahan di Malang Mangkrak Hingga Istri Wafat, Ini Tanggapan DPI

net
ilustrasi 

Kesepakatan tersebut lahir bermula dari mediasi yang dilakukan Muspika Kecamatan Wagir bersama pembeli rumah dan Developer Perumahan Grand Emerald Malang beberapa waktu lalu.

"Saat itulah terdapat kesepakatan tertulisnya. Akhirnya sepakat akibat keterlambatan itu kami bersedia memberikan kompensasi Rp 5 juta per unit. Kami akan berikan secara bergilir," papar Amin.

Amin menjelaskan kompensasi tersebut telah diberikan kepada ratusan pembeli rumah.

"Total customer saya gak begitu hafal. Cuman perkiraan 150 sampai 160 customer. Tidak lebih dari itu," jelas Amin.

Menurut Amin, keterlambatan pembangunan Perumahan Grand Emerald Malang juga disebabkan karakter kontur wilayah di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, perumahan tersebut berdiri di lereng perbukitan.

"Keadaan alam di sana curamnya tidak biasa. Namun secara peruntukan dibuat perumahan, karena kanan dan kirinya telah banyak rumah," urainya.

Selain alasan kontur wilayah, Amin tak memungkiri pandemi Covid-19 jadi alasan terlambatnya pembangunan.

"Kedua, yang tidak bisa dihindari karena pandemi Covid-19," tuturnya.

Amin menceritakan bahwa Perumahan Grand Emerald Malang berdiri di atas lahan seluas 12,3 hektar.

Halaman
123
Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved