Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Tanggapan DPI Soal Realisasi Perumahan di Malang yang Sempat Diprotes Pembeli

Bayar Rp 450 Juta Tapi Realisasi Perumahan di Malang Mangkrak Hingga Istri Wafat, Ini Tanggapan DPI

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: eko darmoko
net
ilustrasi 

SURYAMALANG.COM, MALANG - PT Developer Property Indoland (DPI) angkat bicara soal pembangunan rumah di Perumahan Grand Emerald Malang .

Developer menyatakan tetap bersikap profesional kepada pembeli rumah yang sudah membayar uang ratusan juta Rupiah.

"Kami tetap akan mengebut pembangunan rumah (Perumahan Grand Emerald Malang)," ujar Direktur PT Developer Property Indoland, Miftachul Amin ketika dikonfirmasi SURYAMALANG.COM pada Jumat (5/3/2021).

Bahkan, Amin menargetkan pembangunan 150 unit rumah di Perumahan Grand Emerald Malang rampung pada Agustus 2021.

"Targetnya 150 unit pada Agustus 2021 saya optimis masih bisa terkejar," tutur Amin.

Amin menyadari faktor cuaca musim penghujan turut menyulitkan proses pembangunan.

"Tentu mohon doanya, karena cuaca ini mengganggu juga. Intinya cuaca mendukung bisa kami selesaikan 150 unit," beber Amin.

Kendati akan membangun rumah para pembeli, Amin tak menampik ada polemik yang mencuat saat pembangunan rumah di Perumahan Grand Emerald Malang.

Amin menyadari ada keterlambatan pembangunan rumah. Meski begitu, dirinya membantah keras jika disebut melakukan penipuan.

"Ada kesepakatan tertulis tentang keterlambatan tersebut. Termasuk saya memberikan kompensasi terkait keterlambatan ini," tegasnya.

Kesepakatan tersebut lahir bermula dari mediasi yang dilakukan Muspika Kecamatan Wagir bersama pembeli rumah dan Developer Perumahan Grand Emerald Malang beberapa waktu lalu.

"Saat itulah terdapat kesepakatan tertulisnya. Akhirnya sepakat akibat keterlambatan itu kami bersedia memberikan kompensasi Rp 5 juta per unit. Kami akan berikan secara bergilir," papar Amin.

Amin menjelaskan kompensasi tersebut telah diberikan kepada ratusan pembeli rumah.

"Total customer saya gak begitu hafal. Cuman perkiraan 150 sampai 160 customer. Tidak lebih dari itu," jelas Amin.

Menurut Amin, keterlambatan pembangunan Perumahan Grand Emerald Malang juga disebabkan karakter kontur wilayah di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Berdasarkan pengamatan di lokasi, perumahan tersebut berdiri di lereng perbukitan.

"Keadaan alam di sana curamnya tidak biasa. Namun secara peruntukan dibuat perumahan, karena kanan dan kirinya telah banyak rumah," urainya.

Selain alasan kontur wilayah, Amin tak memungkiri pandemi Covid-19 jadi alasan terlambatnya pembangunan.

"Kedua, yang tidak bisa dihindari karena pandemi Covid-19," tuturnya.

Amin menceritakan bahwa Perumahan Grand Emerald Malang berdiri di atas lahan seluas 12,3 hektar.

Ia memastikan jika Perumahan Grand Emerald Malang memilik legalitas yang jelas.

"Seluruhnya sudah kami kuasai secara hukum juga. Ada sebagaian tanah-tanah di belakang yang dijual ke kami tapi baru DP (down payment)," kata Amin.

Pembelian rumah di Perumahan Grand Emerald Malang menerapkan skema pembayaran in house.

Selanjutnya pembeli tinggal melunasi pembayaran atas total pembayaran awal yang telah disepakati.

"Pembelinya jangan dianggap semua lunas loh ya. Pembelinya sebagian besar di masa angsuran. Cuman mereka mengajukan untuk nyicil. Saya pun tidak menolaknya," sebut Amin.

Terakhir, Amin menyatakan tetap berupaya menyelesaikan pembangunan rumah di Perumahan Grand Emerald Malang.

"Sempat juga disinggung yang di Polda, itu sudah saya hadiri untuk konfirmasi dan penjelasan. Dari customer pun kita sepakati upaya perdamaian," tutupnya.

Perumahan Grand Emerald Malang di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Perumahan Grand Emerald Malang di Desa Gondowangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. (SURYAMALANG.COM/M Erwin)

Keluhan Pembeli

Sebelumnya, sejumlah pembeli rumah menggelar aksi bagkan mendirikan spanduk sengketa yang berisi pesan telah membayar penuh pembayaran rumah pada Kamis (4/3/2021) namun rumah yang mereka idamkan itu belum terbangun

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved