Berita Malang Hari Ini

Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordamas) Juga Adukan Idris Al Marbawy ke Polres Malang

Pengaduan tersebut dilontarkan Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordamas), LSM Lingga dan LTN NU Kabupaten Malang.

Penulis: Mohammad Erwin | Editor: isy
erwin wicaksono/suryamalang.com
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo. 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Ujaran protes terhadap konten hoaks penembakan bikinan Idris Al Marbawy alias Gus Idris terus mengalir.

Polres Malang menerina tiga pengaduan kepada Gus Idris sepekan terakhir.

Pengaduan tersebut dilontarkan Forum Pemuda Milenial Malang Selatan (Fordamas), LSM Lingga dan LTN NU Kabupaten Malang.

Baca juga: Adukan Idris Al Marbawy ke Polisi, LTN NU Kabupaten Malang: Sikapnya Tak Mencerminkan Seorang Gus

"Sekarang (pengaduan) diwakili mas Zulham (Zulham Ahmad Mubarak). LTN NU berpedapat konten tersebut memuat informasi palsu yang tidak benar. Hingga akhirnya membuat kepanikan dan kehebohan di masyarakat.," beber Kasatreskrim Polres Malang, AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.

Andaru menambahkan, Polres Malang telah memanggil 10 orang saksi dari kubu Gus Idris.

Mereka dimintai keterangan untuk menjelaskan fakta pembuatan video tersebut.

"Sejauh ini sudah ada sekitar 10 saksi. Untuk kesimpulan pemeriksaan tersebut kami masih belum bisa kami sampaikan sekarang," tutup Andaru.

Di sisi lain, Polres Malang menyatakan bersikap profesional dalam menangani perkara video viral penembakan Idris Al Marbawy alias Gus Idris.

"Kami dari kepolisian selalu bertindak secara proporsional dan profesional. Kami melihat dinamika di masyarakat. Jadi jika ada kemungkinan kejahatan yang terjadi dan masyarakat yang dirugikan dan melaporkan terkait perkara ini kami akan tindaklanjuti," tegas Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar.

Hendri menyadari perkara video viral hoaks penembakan yang melibatkan pengasuh Pondok Pesantren Thoriqul Jannah itu merupakan perkara yang sensitif.

Alhasil, ia menginstruksikan jajarannya bijak dalam menangani kasus ini.

"Ini merupakan perkara yang sangat sensitif. Jadi benar-benar harus kami sikapi secara bijak," ujar Hendri.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved