Breaking News:

Berita Kediri Hari Ini

Menguak Tabir Misteri Pembunuhan PSK Online Bandung di Kediri, Rekonstruksi Digelar di Hotel Lotus

Menguak Tabir Misteri Pembunuhan PSK Online Bandung di Kediri, Rekonstruksi Digelar di Hotel Lotus

Penulis: Didik Mashudi | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi
Petugas kepolisian menjaga akses masuk ke kamar 421 Hotel Lotus Garden Kota Kediri, saat menggelar rekonstruksi pembunuhan PSK online asal Bandung, Senin (8/3/2021). 

Namun tarif akan naik untuk kencan akhir pekan menjadi Rp 1 jutaan.

Tarif ini menyesuaikan, karena sewa kamar hotel untuk akhir pekan juga berbeda.

Kedua mucikari DK dan R  masih ada hubungan saudara itu diduga sudah cukup lama beroperasi di Kota Kediri.

Penelusuran petugas, DK sudah beberapa hari berada di Kota Kediri.

Sedangkan korban M baru datang ke Kota Kediri setelah mendapatkan order dari tersangka Refi Purnomo.

Tempat praktik prostitusi online ini juga berpindah-pindah di sejumlah kamar hotel di Kota Kediri. 

Tarif Rp 700 ribu untuk sekali kencan sudah termasuk sewa kamar hotel.

"Dari tarif itu, korban masih bisa mengirimkan uang untuk keluarganya di Bandung," jelas AKP Verawaty Thaib.

Dari pengakuan kedua mucikari dapat dipastikan setiap hari selalu mendapatkan order kencan satu sampai tiga kali.

Kedua mucikari asal Kota Bandung bakal dijerat dengan Undang-undang RI No 35 /2014 tentang Perubahan atas Undang undang RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. (Didik Mashudi)

Olah TKP kasus pembunuhan cewek asal Bandung, Mira Yura (17) di kamar Hotel Lotus Kediri.
Olah TKP kasus pembunuhan cewek asal Bandung, Mira Yura (17) di kamar Hotel Lotus Kediri. (SURYAMALANG.COM/Didik Mashudi)

Refi Purnomo Ditembak Polisi

Bola panas terus menggelinding dalam kasus pembunuhan cewek Bandung, M, di Hotel Lotus Kediri.

Muncul nama Refi Purnomo dalam kasus tewasnya cewek Bandung, M, di Hotel Lotus Kediri.

Refi Purnomo adalah tersangka pembunuhan M.

Kasatreskrim Polresta Kediri AKP Verawati Taib mengatakan bahwa saat penangkapan pelaku Refi Purnomo sempat melawan petugas.

"Jadi si tersangka sudah tahu kalau mau dijemput petugas. Waktu buka kamar kos awalnya dibukakan pintu."

"Terus berusaha ditutup kembali, setelah itu ia coba kabur. Namun terpaksa kita lakukan tembakan terukur agar tersangka tak melarikan diri," ujarnya.

Sementara itu AKP Verawati Taib membenarkan bahwa saat penangkapan terjadi ada dua orang yang diamankan.

"Benar si tersangka inisial R, bersama istrinya kita bawa. Namun istrinya tak ditetapkan tersangka. Istrinya statusnya hanya sebagai seorang saksi," ungkapnya.

Menurut Kasatreskrim Polresta Kediri, bahwa hasil interogasi mengatakan istri Refi Purnomo hanya sebatas mencuci baju pelaku, usai melakukan pembunuhan.

"Saudara saksi hanya mencuci baju tersangka dan kita masih lakukan proses penyelidikan," imbuh AKP Verawati Taib.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Satreskrim Polres Kediri Kota berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan di Hotel Lotus Kediri.

Petugas mengamankan Refi Purnomo (23) warga Desa Larenkulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.

Refi dilumpuhkan menggunakan timah panas karena hendak lari saat ditangkap petugas.

Tersangka diamankan saat berada di rumah kosnya di Desa Kwadungan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.

Penangkapan ini merupakan hasil penyelidikan dan analisis Satreskrim Polres Kediri Kota dari rekaman CCTV yang diamankan petugas.

"Dari rekaman CCTV anggota Satreskrim berhasil mengetahui pelaku dan menangkap pelaku di rumah kosnya. Pelaku sempat melakukan perlawanan oleh sebab itu petugas melumpuhkannya," jelas Kapolresta Kediri AKBP Eko Prasetyo.

Dari hasil analisa CCTV diketahui pelaku masuk menggunakan helm. Petugaspun menganalisa CCTV yang ada di sekitar lokasi, dan mengetahui pelaku datang dengan menggunakan ojek online.

Petugas pun melakukan penyisiran dan mengetahui siapa orang yang mengorder ojek online pada saat kejadian.

Pertemuan Refi dengan korban ini tidak lain dari prostitusi online. Melalui aplikasi MiChat, pelaku berkenalan dengan korban.

Keduanya kemudian melakukan transaksi dengan harga yang telah disepakati sekitar Rp 700.000. Namun ternyata Refi tidak memiliki uang sesuai dengan perjanjian.

Setelah melakukan hubungan seksual, pelaku hanya membayar korban dengan uang sebesar Rp 300.000. Hal itu yang membuat M sempat marah.

"Pelaku mengancam korban menggunakan pisau yang telah dibawanya. Korban sempat berteriak dan akhirnya dicekik oleh R," imbuh AKBP Eko Prasetyo.

Pelaku dengan keji menusuk tubuh korban dan menikam leher korban hingga meninggal dunia.

"Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan ancaman hukuman mati dan pidana penjara paling ringan 20 tahun," pungkas Kapolresta Kediri AKBP Eko Prasetyo.

Pacar Mira dan Saudara Perempuannya Berinisial R

M sebelum diberitakan menyewa kamar di hotel itu bersama kekasihnya yang bernama Deri Kurniawan.

Nah, belakangan, polisi menetapkan Deri Kurniawan sebagai tersangka, Jumat (5/3/2021).

Deri Kurniawan ditetapkan sebagai tersangka oleh karena menjadi mucikari dalam kasus prositusi online.

Deri Kurniawan ditetapkan tersangka bersama R (perempuan) yang merupakan kakak kandungnya.

Ia diketahui memesan dua kamar di Hotel Lotus Kediri bersama korban sekitar pukul 13.00 WIB.

Dari dua kamar yang dipesan di Hotel Lotus Kediri, satu digunakan Deri bersama korban.

Sementara satu lagi untuk kakaknya berinisial R.

"Kita menetapkan D dan R sebagai mucikari dari Korban M," ungkapnya Kapolresta Kediri AKBP Eko Prasetyo kepada SURYAMALANG.COM Jumat (5/3/2021).

Selain itu bahwa D dan R diduga yang mengendalikan korban dalam dunia prostitusi online.

"Jadi yang mengoperasikan Hp dari M ini D selaku pacar korban. Ia memang sengaja datang dari Bandung untuk transaksi itu," imbuh Kapolresta Kediri.

Menurut AKBP Eko Prasetyo bahwa pelaku mucikari terancam hukuman 15 tahun penjara.

"Pelaku kita kenakan undang undang mengenai perlindungan anak dengan ancaman hukuman mencapai 15 tahun penjara," pungkasnya.

Prostitusi Lintas Daerah

Kasatreskrim Polreta Kediri AKP Verawati Taib menyelidiki adanya kasus prostitusi online lintas daerah terkait kematian M.

AKP Verawati Taib mengatakan usai menggelar konferensi pers bersama Media, bahwa sebelumnya pihaknya sudah tetapkan tersangka Deri dan R sebagai tersangka prostitusi online.

"Jadi benar kita tetapkan tersangka kemarin usai kita punya alat bukti yang cukup dan kuat," ujarnya Jumat (5/3/2021).

Menurut AKP Verawati Taib bahwa peran Deri mengoperasikan HP korban yang jadi korban prostitusi online.

"Untuk yang mengendalikan MiChat, dan semua akun sosmednya ini adalah D yang juga pacarnya," imbuh Kasatreskrim Polresta Kediri.

Sementara itu saat disinggung mengenai tarif yang dikenakan oleh pelaku, ini jawaban Verawati: "Kalau kasus M ini pelaku tersangka mucikari sudah deal dengan harga 700 ribu per jam. Namun untuk data selanjutnya besok akan kita rilis," ungkap AKP Verawati.

Masih kata Verawati Taib bahwa pelaku mucikari terancam dengan hukuman undang-undang perlindungan anak.

"Karena korban masih di bawah umur maka kita kenakan UU Perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkasnya. (Farid)

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved