Berita Surabaya Hari Ini

Bak Cerita Film Hollywood, 3 Oknum Polisi di Surabaya Terima Setoran dari Bandar Sabu, Terbongkar

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan ada 3 oknum kepolisian di Surabaya yang diduga terima setoran dari bandar narkoba

Editor: Dyan Rekohadi
Antara
Ilustrasi - Oknum polisi terlibat jaringan bandar Sabu di Surabaya (foto tidak ada kaitan langsung dengan artikel) 

Penulis : Syamsul Arifin , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Bak cerita dalam film Hollywood, kisah oknum polisi yang terlibat dalam lingkaran jaringan bandar Narkoba ditemukan di Surabaya.

Setidaknya ada 3 oknum anggota polisi di Surabaya yang diketahui memiliki hubungan dengan seorang bandar narkoba.

Para oknum polisi ini disebut menerima jatah upeti dari seorang bandar narkoba.

Kasus oknum polisi yang bekerjasama dengan bandar narkoba itu diketahui ketika si bandar 'berkicau' ketika ditangkap.

Jumlah anggota polisi yang memiliki keterkaitan dengan bandar narkoba itu kemungkina bisa bertambahan karena disebut-sebut ada satu aggota perwira yang juga yang terlibat.

Bukan sebagai kasus isapan jempol semata, kasus polisi berkomplot dengan bandar narkoba itu dibenarkan oleh pihak Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko membenarkan adanya tiga oknum kepolisian di Surabaya yang diduga menerima setoran dari bandar narkoba.

Ia menyatakan bahwa saat ini para pelaku tersebut tengah dilakukan penyelidikan dan penyidikan.

"Benar. Sementara dilakukan penyelidikan dan penyidikan oleh Bidpropam Polda Jatim dan Paminal Mabes Polri," ungkap perwira dengan tiga melati emas di pundaknya itu, Selasa, (9/3/2021).

Kasus persekongkolan oknum polisi dengan bandar narkoba itu terbongkar ketika seorang bandar sabu bernama Usman ditangkap Unit Idik II Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Bandar Narkoba asal Jalan Pragoto Surabaya itu menyebut beberapa kali dibekingi oleh beberapa oknum anggota polisi.

Salah satunya adalah oknum polisi berinisial HR yang pernah berdinas di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Namun belakangan diketahui HR telah dimutasikan ke Sat Tahti Polrestabes Surabaya.

Hal itu disampaikan AKBP Memo Ardian kepada SURYAMALANG.COM.

" HR sudah dimutasikan ke Tahti sejak lima bulan lalu," kata Memo, Selasa (9/3/2021).

Infomasi yang beredar menyebut jika HR kerap kali meminta barang berupa narkotika kepada Usman untuk diserahkan kepada informannya saat masih berdinas di Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.

"Usman bilang kalau dia orangnya HR. HR sering minta barang (narkoba) untuk dikasih ke informannya sebagai cara dia menghasilkan ungkap perkara. HR itu sempat diperiksa juga kok," ujar sumber yang tak mau namanya disebut.

Selain HR, si bandar, Usman juga mengaku memberikan jatah upeti kepada tiga oknum polisi yang disebut berdinas di Polsek Simokerto dan Polsek Bubutan Surabaya.

Informasi semula menyebut, ada tiga oknum polisi dari Polsek Simokerto yang terlibat menerima setoran upeti dari bandar narkoba.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo membantah jika ada seorang perwira polisi yang terlibat.

"Benar Paminal mengamankan tiga oknum polisi. Namun tidak ada yang perwira. Semuanya anggota (bintara)," bebernya.

Hartoyo memastikan tiga oknum anggota polisi itu terdiri dari dua oknum anggota Polsek Simokerto dan satu oknum anggota Polsek Bubutan Surabaya.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol J.E. Isir memastikan jika tidak akan tinggal diam dan akan melakukan tindakan tegas bagi oknum polisi yang terlibat dengan peredaran narkotika.

"Seperti perintah pak Kapolri yang harus menindak lanjuti dengan tegas anggota yang terlibat dalam peredaran narkotika. Ini adalah komitmen kami untuk memerangi narkoba sekalipun itu adalah oknum polisi sendiri," tegas Isir.

Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved