Berita Malang Hari Ini
Banyak Pohon Tumbang di Kota Malang, Ini Kata Dinas Lingkungan Hidup
Banyaknya pohon tumbang yang terjadi di Kota Malang dalam tiga hari belakangan ini menjadi pekerjaan rumah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: eko darmoko
SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Banyaknya pohon tumbang yang terjadi di Kota Malang dalam tiga hari belakangan ini menjadi pekerjaan rumah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Pasalnya, pohon yang tumbang tersebut menimbulkan kerugian materil, seperti kerusakan rumah, kendaraan bermotor dan dua orang mengalami luka-luka.
Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto mengatakan, bahwa kejadian pohon tumbang tersebut merupakan kejadian bencana alam akibat hujan deras disertai angin kencang.
Meski DLH telah berupaya untuk melakukan pemeliharaan dan perawatan kepada pohon-pohon yang berada di Kota Malang.
"Sebenarnya kami telah melakukan pengeprasan dan perapian pohon dan ranting pohon. Tapi kejadian 16 pohon tumbang pada Minggu (14/3) kemarin murni kejadian bencana alam," ucapnya, Selasa (16/3/2021).
Wahyu juga meminta permohonan maaf kepada masyarakat Kota Malang, karena dalam penanganan pohon tumbang tersebut kurang begitu sigap.
Pasalnya, DLH Kota Malang terkendala jumlah personel dan keterbatasan alat dalam menangani pohon tumbang di Kota Malang.
"Kami mohon maaf memang penanganan sedikit terlambat. Karena alat kami terbatas dan petugas kami juga terbatas," ucapnya.
Dalam upaya memaksimalkan penanganan tersebut, DLH berencana mengajukan penambahan kendaraan pemotong pohon.
Meski sebenarnya DLH telah memiliki tiga kendaraan, namun dua di antaranya sedang mengalami kerusakan. Dan hanya satu yang masih bisa dioperasikan.
"Di Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ini kami akan anggarkan satu kendaraan lagi. Anggaran sekitar Rp 1,7 Miliar," ucapnya.
Dari hasil evaluasi yang dilakukan sementara ini, selain diakibatkan oleh hujan deras dan angin kencang, tumbangnya puluhan pohon di Kota Malang juga diakibatkan oleh akar pohon yang sudah keropos.
Wahyu mengatakan, bahwa DLH Kota Malang sebenarnya telah memiliki alat untuk melihat kondisi pohon yang bernama 'Sonic'.
Namun alat tersebut belum bisa berfungsi, lantaran kehabisan baterai.
"Kami sudah matur ke Pak Wali. Nanti alat itu akan kami fungsikan juga. Dan baterainya itu di sini tidak ada. Belinya harus di luar negeri," tandasnya.
Berita terkait pohon tumbang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/petugas-dlh-kota-malang-saat-melakukan-proses-evakuasi-pohon-tumbang.jpg)