Berita Malang Hari Ini
Bapenda Kota Malang Bentuk Tim Verlap untuk Kejar Target PAD 2021
Bapenda Kota Malang membentuk tim verifikator lapangan (tim verlap) untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM, MALANG - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang membentuk tim verifikator lapangan (tim verlap) untuk mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2021
Bapenda menargetkan PAD 2021 sebesar Rp 629 miliar.
Jumlah tersebut sedikit naik dari tahun 2020 yang hanya berkisar diangka Rp 480 miliar.
Bapenda bakal melakukan inovasi di sembilan sektor jenis pajak untuk merealisasikan target tersebut,termasuk pajak BPHTB.
Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto mengatakan BPHTB merupakan jenis pajak yang memiliki sumbangsih cukup besar bagi PAD.
Bapenda Kota Malang membentuk tim verlap untuk memaksimalkan sektor tersebut
Tim verlap bertugas mengecek kondisi lapangan, dan hasil pengecekan tersebut akan dievaluasi melalui tim dari lintas bidang di Bapenda.
"Sekarang setiap ada orang pengajuan BPHTB tak boleh di-acc. Harus cek lapangan dulu melalui tim verlap. Tim verlap yang memutuskan harga yang masuk dalam BPHTB dan kemudian di tandatangani berita acara," ucap Handi kepada SURYAMALANG.COM, Rabu (17/3).
Handi mengatakan saat pandemi Covid-19 ini harus ada inovasi baru untuk mengoptimalkan PAD, termasuk membentuk tim verlap tersebut untuk pajak BPHTB.
Di akhir triwulan I saat ini, Bapenda Kota Malang telah mendapatkan potensi PAD sebanyak Rp 62 Miliar dari target Rp 63 Miliar.
Oleh karenanya, Handi optimis, pada triwulan awal ini potensi PAD yang didapatkan Bapenda Kota Malang dapat memenuhi target yang telah ditentukan.
"Contoh kasusnya kemarin di Kecamatan Lowokwaru pajak BPHTB tahun kemarin 0, saat ini kami mengamankan Rp 1,7 Miliar. Itu baru di satu titik. Bagaimana kalau dititik lain. Makannya inovasi harus kami buat. Karena target PAD kita naik saat pandemi Covid-19 ini," ucapnya.
Selain itu, inovasi lain yang dilakukan oleh Bapenda Kota Malang ialah melakukan singkronisasi pajak parkir dan restribusi parkir yang dikelola oleh Dinas Perhubungan.
Dengan begitu, Handi optimis, nantinya dapat diperoleh hasil yang baik untuk meningkatkan PAD di Kota Malang.
"Jadi sistemnya itu yang harus kita benahi terlebih dahulu. Baru setelah itu kami jalankan untuk meningkatkan PAD," tandasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/suryamalang/foto/bank/originals/kepala-bapenda-kota-malang-handi-priyanto.jpg)