Penanganan Covid

KABAR BAIK Santunan Kematian Covid-19, Kemensos Stop, Pemprov Jatim Santuni Rp 5 Juta, Cair April

Pemerintah provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan kematian Covid-19 dengan nominal Rp 5 juta per orang.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: Dyan Rekohadi
Kolase - SURYAMALANG.COM/ Fatimatus Zahro - Kompas.com
Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi, saat diwawancara Rabu (17/3/2021). 

Penulis : Fatimatuz Zahroh , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Kabar baik bagi keluarga korban Covid-19 yang meninggal dunia yang tengah menantikan santunan.

Pemprov Jatim menyatakan akan memberi santunan bagi ahli waris korban meninggal akibat covid-19.

Pemprov Jatim memutuskan untuk memberikan santunan secara mandiri mengingat Kementerian Sosial dengan tegas menyatakan tidak memberikan lagi santunan bagi keluarga korban pasien Covid-19 yang meninggal.

UPDATE Jumlah Kasus Positif Covid-19 Per Rabu 17 Maret 2021, Melonjak Lebih Dari Seribu Orang

Pemerintah provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan kematian Covid-19 dengan nominal Rp 5 juta per orang.

Hal ini menjadi keputusan yang diambil Pemprov Jatim dengan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk perhatian dan santunan dari pemerintah bagi korban meninggal dunia.

"Jadi setelah ada surat edaran penghentian santunan bagi korban meninggal oleh Kementerian Sosial, Pemprov Jatim Ibu Gubernur ingin meringankan beban para ahli waris korban dengan memberikan santunan sebesar Rp 5.000.000," kata Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Alwi, Rabu (17/3/2021).

Di Jawa Timur sendiri, data sampai dengan tanggal 4 Maret 2021, jumlah korban meninggal akibat covid-19 mencapai dari 9.212 orang.

Tapi yang sudah mengajukan permohonan untuk mendapat santunan dan diproses hingga adanya penghentian santunan, ada sebanyak 2.144 orang.

"Maka kita putuskan dalam pemberian santunan ini akan kita laksanakan secara bertahap. Prioritas pertama, santunan dari Pemprov itu kita berikan pada yang sudah mengajukan permohonan, yaitu sebanyak 2.144 orang," tegas Alwi.

Untuk itu, Pemprov Jatim telah memberikan surat edaran Kepada Bupati Walikota agar segera mengusulkan nama-nama korban ahli waris akibat covid-19 dari 2.144 orang itu.

Sebenarnya Dinsos Jatim sudah memiliki datanya by name by address. Namun Pemprov Jatim ingin ada pengajuan ulang.

"Jika 2.144 itu selesai tersantuni, maka kita akan melaksanakan untuk tahap selanjutnya untuk sekitar 7 ribuan lebih korban yang belum tersantuni dengan memperhatikan kemampuan keuangan daerah," tegas Alwi.

Artinya nanti akan dilihat apakah seluruh korban telah tersantuni semua dengan anggaran hingga akhir tahun.

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved