Berita Ponorogo Hari Ini
AGPAII Ponorogo Harap Dapat Gelar Pendidikan Profesi Guru (PPG) di Tengah Pandemi Covid-19
Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Ponorogo berharap dapat menggelar Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tengah Pandemi Covid-19.
Reporter: Sofyan Arif Candra
SURYAMALANG.COM, PONOROGO - Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Ponorogo berharap dapat menggelar Pendidikan Profesi Guru (PPG) di tengah Pandemi Covid-19.
Ketua AGPAII Ponorogo, Dahlan mengatakan tidak ada PPG tahun 2020 karena Kementerian Agama (Kemenag) mengunakan anggaran untuk penanganan Covid-19.
Jika tetap ingin melaksanakan PPG, para pendidik harus mengikuti PPG secara mandiri dengan biaya sampai Rp 8 juta.
"Biaya mandiri ini terlalu mahal bagi guru. Kami mendesak Kemenag agar para guru tidak sampai mengeluarkan biaya mandiri," kata Dahlan kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (18/3/2021).
Akhirnya Kemenag Ponorogo mengajukan biaya PPG guru agama Islam kepada Dinas Pendidikan Ponorogo dengan pembinaan dari Kemenag Ponorogo.
"Kami usahakan Pemkab membiayai PPG 19 guru Pendidikan Agama Islam tahun ini," lanjutnya.
Dahlan memastikan 19 guru Pendidikan Agama Islam ini merupakan guru di bawah naungan Dinas Pendidikan Ponorogo.
Mereka adalah Guru Agama Islam yang mengajar di SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang tidak bisa mengikuti PPG tahun 2020 kemarin.
Menurut Dahlan, PPG ini dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas mengajar seorang guru serta meningkatkan kesejahteraannya.
"Ketika belum PPG dampaknya gaji minim. Tapi ketika sudah PPG dapat tunjangan profesi," jelas Dahlan.