Breaking News:

3 Fakta Artis Cynthiara Alona yang Menjadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Digerebek di Hotel

3 Fakta Artis Cynthiara Alona yang Menjadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Digerebek di Hotel

Editor: eko darmoko
Tribun Jakarta
Cynthiara Alona 

Berdasarkan pengakuan salah seorang yang diamankan, mereka menggunakan aplikasi MiChat untuk mendapatkan pelanggan.

Tarif untuk sekali kencan sebesar Rp 300 ribu.

"Tarif rata-rata Rp 300 ribu, ada pengakuannya menjadi seorang PSK dengan cara MiChat, jadi dia personal mengundang tamu dengan aplikasi MiChat," ujar Wahyudi.

Mereka yang diamankan itu kini masih berada di Polsek Koja untuk didata dan diperiksa.

"Sedang kami dalami apakah ada (praktik) perdagangan manusia atau tidak," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Amankan 82 Orang yang Diduga Terlibat Prostitusi Online di Koja

Gadis di Bawah Umur Dijadikan Sapi Perah dalam Bisnis Prostitusi

Pria berinisial BD diciduk Polda Jatim karena menjual anak di bawah umur untuk melayani birani pria hidung belang.

BD adalah warga Gadingrejo, Pasuruan, yang diciduk anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim saat patroli cyber di media sosial Twitter.

BD menjalankan bisnis prostitusi karena terinspirasi oleh 'film panas' yang sering ia tonton.

Di antara 'amunisi' BD adalah gadis belia, sebut saja Mawar, yang merupakan siswi asal Waru, Sidoarjo.

Mawar dijajakan melalui akun Twitter dengan nama andro92207349.

"Penangkapan bermula dari Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan operasi siber di media sosial,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu, (10/3/2021).

Setelah ada penawaran dari pria hidung belang, BD mematok harga Rp 300 ribu dan melakukan hubungan intim 'keroyokan' bertiga dengan dirinya.

Sementara itu, Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy menguraikan, bahwa tersangka memiliki fantasi lain karena terinspirasi dari video porno.

"Dalam pengakuannya, tersangka melibatkan korban berinisial Mawar yang ditawarkannya di Twitter."

"Lalu dilanjutkan dengan WhatsApp untuk transaksi prostitusinya,” ujar AKBP Zulham kepada SURYAMALANG.COM.

Selain itu, BD juga mengaku kepada kliennya bahwa korban M adalah istrinya.

Lalu, tersangka sudah menjalankan transaksinya sebanyak tiga kali.

Kepolisian menyita barang bukti berupa dua buah handphone milik tersangka dan korban.

Tersangka dijerat Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE Jo Pasal 296 KUHP. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (SURYAMALANG.COM / Syamsul Arifin)

Berita terkait prostitusi online

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved