Breaking News:

3 Fakta Artis Cynthiara Alona yang Menjadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Digerebek di Hotel

3 Fakta Artis Cynthiara Alona yang Menjadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Digerebek di Hotel

Editor: eko darmoko
Tribun Jakarta
Cynthiara Alona 

SURYAMALANG.COM - Artis Cynthiara Alona diciduk petugas Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus prostitusi online pada Rabu (17/3/2021) dini hari.

Cynthiara Alona digerebek di sebuah hotel di kawasan Kreo, Larangan, Tangerang Selatan pada malam harinya, atau Selasa (16/3/2021).

Dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com, hotel tersebut merupakan milik Cynthiara Alona yang diduga sebagai sarang prostitusi.

Berikut adalah fakta-fakta tentang penangkapan Cynthiara Alona :

1. Tersangka

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan pihaknya telah menetapkan Cynthiara Alona sebagai tersangka kasus dugaan keterlibatan prostitusi online.

Penetapan ini berdasarkan pemeriksaan saksi dan barang bukti yang dikumpulkan oleh polisi.

Kendati demikian, Yusri belum bisa memberi barang bukti dan bakal dibuka pada jumpa pers hari ini.

"(Cynthiara Alona) sudah tersangka," kata Yusri saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (18/3/2021).

2. Bantahan kuasa hukum

Kuasa hukum Cynthiara, Agustinus Nahak, menyebutkan bahwa kliennya tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) saat penggerebekan.

"Saya mau klarifikasi bahwa Mbak Cynthiara tidak berada di TKP pada saat digerebek. Dia berada di BSD," kata Agustinus di Polda Metro Jaya, Kamis.

Agustinus menegaskan, polisi hanya menjaring puluhan orang, termasuk karyawan hotel milik Cynthiara.

Saat itu, karyawan hotel menghubungi Cynthiara untuk mengabarkan adanya penggerebekan tersebut.

Pemeran film Hantu Binal Jembatan Semanggi itu langsung datang ke Mapolda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.

"Dari situ dia (Cynthiara) di-BAP dan ditetapkan sebagai tersangka."

"Sampai saat ini masih ditahan di Polda Metro," ujar Agustinus.

3. Kasus sebelumnya

Pada tahun 2013, Cynthiara Alona terlibat dalam kasus pemalsuan paspor.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tangerang menjatuhkan vonis tiga bulan penjara karena terbukti bersalah.

Akhirnya, Cynthiara Alona mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Wanita Tangerang karena kasus pemalsuan paspor itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cynthiara Alona Ditangkap dan Jadi Tersangka Kasus Dugaan Prostitusi

Ilustras
Ilustras (IST/YouTube)

Berita serupa

45 Cewek dan 22 Kondom Diamankan Terkait Prostitusi Online Hotel Jakarta Utara

Dugaan aktivitas prostitusi online di sebuah hotel di Koja, Jakarta Utara, dibongkar polisi.

Dalam kasus ini, sebanyak 82 orang diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Koja, dikutip SURYAMALANG.COM dari Kompas.com.

Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Wahyudi mengatakan, kasus itu bermula dari laporan warga yang menduga sebuah hotel di kawasan itu menjadi sarang prostitusi online.

"Berdasarkan informasi masyarakat karena diduga ada tempat yang digunakan (untuk) prostitusi, kami laksanakan kegiatan operasi di hotel wilayah Koja," kata Wahyudi di Polsek Jakarta Utara, Rabu (17/3/2021).

"Kami amankan 82 orang dengan 37 laki-laki dan 45 perempuan dan 22 alat kontrasepsi," ujar dia.

Menurut Wahyudi, kebanyakan dari mereka yang diamankan berusia 18 hingga 19 tahun.

Berdasarkan pengakuan salah seorang yang diamankan, mereka menggunakan aplikasi MiChat untuk mendapatkan pelanggan.

Tarif untuk sekali kencan sebesar Rp 300 ribu.

"Tarif rata-rata Rp 300 ribu, ada pengakuannya menjadi seorang PSK dengan cara MiChat, jadi dia personal mengundang tamu dengan aplikasi MiChat," ujar Wahyudi.

Mereka yang diamankan itu kini masih berada di Polsek Koja untuk didata dan diperiksa.

"Sedang kami dalami apakah ada (praktik) perdagangan manusia atau tidak," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Polisi Amankan 82 Orang yang Diduga Terlibat Prostitusi Online di Koja

Gadis di Bawah Umur Dijadikan Sapi Perah dalam Bisnis Prostitusi

Pria berinisial BD diciduk Polda Jatim karena menjual anak di bawah umur untuk melayani birani pria hidung belang.

BD adalah warga Gadingrejo, Pasuruan, yang diciduk anggota Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim saat patroli cyber di media sosial Twitter.

BD menjalankan bisnis prostitusi karena terinspirasi oleh 'film panas' yang sering ia tonton.

Di antara 'amunisi' BD adalah gadis belia, sebut saja Mawar, yang merupakan siswi asal Waru, Sidoarjo.

Mawar dijajakan melalui akun Twitter dengan nama andro92207349.

"Penangkapan bermula dari Tim Siber Ditreskrimsus Polda Jatim melakukan operasi siber di media sosial,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu, (10/3/2021).

Setelah ada penawaran dari pria hidung belang, BD mematok harga Rp 300 ribu dan melakukan hubungan intim 'keroyokan' bertiga dengan dirinya.

Sementara itu, Wadirkrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Effendy menguraikan, bahwa tersangka memiliki fantasi lain karena terinspirasi dari video porno.

"Dalam pengakuannya, tersangka melibatkan korban berinisial Mawar yang ditawarkannya di Twitter."

"Lalu dilanjutkan dengan WhatsApp untuk transaksi prostitusinya,” ujar AKBP Zulham kepada SURYAMALANG.COM.

Selain itu, BD juga mengaku kepada kliennya bahwa korban M adalah istrinya.

Lalu, tersangka sudah menjalankan transaksinya sebanyak tiga kali.

Kepolisian menyita barang bukti berupa dua buah handphone milik tersangka dan korban.

Tersangka dijerat Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal 45 ayat (1) UU ITE Jo Pasal 296 KUHP. Ancaman hukumannya 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (SURYAMALANG.COM / Syamsul Arifin)

Berita terkait prostitusi online

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved