Berita Gresik Hari Ini
Kala Netizen Bedah Rumah, Komunitas Facebook Kabar Panceng Gresik Pugar Rumah Reot Jadi Rumah Wah
Netizen komunitas ini menyulap rumah 'gubuk' dengan dinding dari anyaman bambu di Desa Wotan, Kecamatan Panceng Gresik jadi rumah bagus yang Wah
Penuis : Willy Abraham , Editor : Dyan Rekohadi
SURYAMALANG.COM, GRESIK - Satu contoh konkret dari gerakan sosial positif oleh warganet atau netizen ditunjukkan oleh Komunitas Warga Panceng.
Komunitas dalam media sosial Facebook ini menggelar aksi bedah rumah warga Desa Wotan, Kecamatan Panceng, Gresik.
Netizen komunitas ini menyulap rumah 'gubuk' dengan dinding dari anyaman bambu di Desa Wotan, Kecamatan Panceng menjadi sebuah rumah layak huni yang tergolong bagus daan wah.
Dana untuk pembangunan rumah murni didapat dari patungan, sumbangan sosial komunitas, tanpa bantuan sponsor perusahaan manapun.
Ketua Kabar Panceng, Didik Sihabul Milah mengatakan, dia menggalang dana mulai dari iuran antar mediator, komunitas bahkan warga.
Pihaknya tidak mengajukan proposal kepada perusahaan.
"Bisa di cek, saya tidak mengajukan ke perusahaan. Ini murni penggalangan dana," ucapnya.
Nah, dari situ, uang terkumpul sekitar Rp 59 juta.
Dia mengawasi betul pembangunan rumah untuk warga Panceng itu.
Mulai dari membongkar rumah yang sudah reyot, hingga membangun dan kini sudah sangat layak.
Mulai teras, ruang tamu, kamar, toilet hingga dapur semuanya sudah dikeramik dan berdinding.
Pria berumur 33 tahun ini ikut senang bisa membantu sesama warga dari Kecamatan Panceng.
"Proses pembangunannya kurang lebih satu bulan. Bulan februari mulai dan maret ini sudah diserahterimakan," paparnya.
Didik mengaku terharu melihat keluarga Abdul Manaf. Karena kondisi ekonominya sangat membutuhkan pertolongan.
Kondisi anak pertamanya bernama Nur Ridho (39) mengalami sakit parah.
Ridho mengalami sakit tidak ada tempurung kepala usai pulang bekerja di luar negeri.
Tepatnya bekerja di Malaysia pada bulan oktober lalu.
Perlu biaya besar untuk pengobatannya hingga sembuh.
Lagi-lagi biaya yang menjadi kendala.
Selama ini, Manaf menerima bantuan sosial dari Program Keluarga Harapan (PKH) setiap bulan.
Sedangkan anaknya hanya satu yang bekerja, bernama Khusnul Tsawab (24).
"Anaknya yang paling kecil, bekerja di pabrik. Uangnya buat makan satu bulan untuk empat orang tidak cukup," kata Didik.
Bakti sosial ini, kata Didik, adalah perbuatan mulia yang harus benar-benar dilakukan.
Memiliki kesempatan membantu sesama mulai dari yang terdekat.
"Pak Manaf tinggal di rumah saudaranya satu bulan, saya pantau terus pembangunan rumahnya. Alhamdulilah besok peresmian, saya berterimakasih kepada semua pihak yang membantu," tutupnya.
Abdul Manaf, pemilik rumah tidak menyangka, rumah berlantai tanah dan berdinding bambu yang sebelumnya ia tempati sudah dibangun total oleh pegiat media sosial Kabar Panceng dalam waktu satu bulan.
Bertahun-tahun lamanya ia bersama istri dan kedua anaknya tinggal dirumah yang tidak layak huni.
Kini, Abdul Manaf (60) bersama istrinya Nuroshofah (56) bisa tinggal di sebuah rumah dengan bangunan yang lebih layak.
Berlantai keramik, berdinding dan memiliki toilet sendiri dan memiliki bak cuci piring.
Tidak banyak kata yang bisa disampaikan warga Desa Wotan, Kecamatan Panceng ini, kepada awakmedia. Saat menempati rumah barunya ini, hanya bisa berterimakasih.
"Terimakasih banyak, alhamdulilah mas, terimakasih banyak," ucapnya, Kamis (18/3/2021).
Ikuti berita terkait Bedah Rumah dan Berita Gresik di SURYAMALANG.COM