Breaking News:

Berita Trenggalek Hari Ini

Sejak Pandemi Covid-19, Mayoritas Kegiatan Pemkab Trenggalek Beralih ke Daring

Mayoritas kegiatan Pemkab Trenggalek beralih Ke daring sejak Pandemi Covid-19.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Zainuddin
SURYAMALANG.COM/Aflahul Abidin
Acara penyerahan bantuan Dana Desa secara virtual 2020 di Trenggalek. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK – Mayoritas kegiatan Pemkab Trenggalek beralih Ke daring sejak Pandemi Covid-19, 

“Rata-rata kami melayani dari 3-4 kali kegiatan daring per hari. Kegiatan yang melibatkan banyak orang pasti daring. Atau mix daring dan luring (luar jaringan),” kata Edif Hayunan, Kepala Diskominfo Trenggalek kepada SURYAMALANG.COM, Jumat (19/3/2021).

Kegiatan rutin yang digelar secara daring antara lain rapat-rapat berkala antara pemimpin daerah dengan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), rapat dengan Pemprov Jatim, dan rapat dengan pemerintah pusat.

Sementara kegiatan yang dipadukan antara daring dan luring adalah event-event tertentu yang membutuhkan kedatangan pihak lain, contoh prosesi pelantikan pejabat.

Untuk kegiatan semacam ini, pemkab biasanya menggelar agenda di beberapa tempat terpisah dengan pembatasan jumlah peserta di satu lokasi.

Untuk menghubungkan tiap lokasi, pemkab menggunakan teknologi informasi.

Sementara untuk kegiatan yang sepenuhnya membutuhkan kedatangan peserta, pemkab masih melaksanakannya secara luring. Misalnya, kegiatan pelatihan wirausahawan yang tengah gencar pemkab gelar.

Untuk meminimalisir penularan virus korona, pemkab memastikan penerapan protokol kesehatan berjalan di tiap kegiatan luring. Termasuk membatasi jumlah peserta dalam satu tempat.

Menggelar kegiatan yang mayoritas digelar luring perlu pemanfaatan teknologi informasi yang mempuni.

Kasi Pengembangan dan Pengelolaan Aplikasi TI dan Komunikasi Diskominfo Trenggalek, Hesti Ikayanti mengatakan, pihaknya telah memiliki peranti dan sumber daya manusia (SDM) yang cukup untuk memfasilitasi setiap kegiatan daring.

“Kami punya gedung Smart Centre yang sudah representatif,” kata Hesti.

Smart Centre yang dibangun 2019 adalah tempat pusat data pemkab. Sejak pandemi, tempat ini lebih sering difungsikan untuk kegiatan daring.

Tempat itu memiliki fasilitas layar berukuran lebar dengan beberapa kamera dengan teknologi yang diklaim canggih, serta dioperasionalkan oleh para tenaga khusus.

“Kami punya delapan anggota tim IT khususuntuk kegiatan luring. Terdiri dari PNS, CPNS, dan tenaga penunjang,” ucapnya.

Sebelum pandemi, Diskominfo hanya memiliki sekitar 4 anggota tim IT. Namun untuk memenuhi semakin banyaknya kegiatan daring, pemkab menambahnya menjadi dua kali lipat.

“Karena terkadang kegiatan daring tak berlangsung bergantian. Sering juga bersamaan di waktu yang sama,” kata dia.

Hesti mengklaim peranti yang ditunjang dengan SDM yang ada bisa menangani 4 kegiatan daring sekaligus di tempat-tempat yang berbeda.

“Selain yang ada di Smart Centre, kami juga punya beberapa peranti lain yang bisa dioperasikan secara mobile,” sambungnya.

Di sisi lain, pandemi juga merangsang para pekerja di Diskominfo Trenggalek untuk lebih kreatif.

Selain menggelar secara daring, mereka kini juga menyiarkan setiap agenda tertentu secara langsung lewat media sosial YouTube.

Ia berkata, dengan demikian publik bisa mengikuti banyak kegiatan pemkab dari rumah lewat gawai masing-masing.

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved