Penanganan Covid

Sekolah Tatap Muka Segera Dibuka, SMK di Ponorogo Ini Datangkan Alat Pendeteksi Covid-19, Genose 19

Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo, Samhudi Arifin  menyatakan pihaknya mendatangkan Genose untuk lebih meyakinkan Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo

Editor: Dyan Rekohadi
TribunJatim/Sofyan Arif Candra
Launching penggunaanan Genose di SMK PGRI 2 Ponorogo, Sabtu (20/3/2021). 

Penulis :Sofyan Arif Candra , Editor : Dyan Rekohadi

SURYAMALANG.COM, PONOROGO - SMK PGRI 2 Ponorogo memilih mendatangkan alat pendeteksi Covid-19, Genose 19 sebagai fasilitas sekolah jelang penerapan sekolah tatap muka.

Langkah SMK ini diapresiasi Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.

Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo, Samhudi Arifin  menyatakan pihaknya mendatangkan Genose untuk lebih meyakinkan Satgas Penanganan Covid-19 Ponorogo bahwa sekolahnya bisa menerapkan PTM dengan standar Protokol Kesehatan yang tinggi.

"Tesnya gratis, kalau wali murid ingin tes juga gratis. Dengan ini kami berharap bisa menyelenggarakan pembelajaran tatap muka," pungkasnya.

Di sisi lain, Bupati Sugiri menyebut, menjelang pembukaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), setiap sekolah memang harus menjaga kualitas penerapan protokol kesehatan.

Saat ini, pihaknya bersama Forpimda Ponorogo tengah merumuskan sejumlah aturan agar sekolah tatap muka bisa dibuka kembali.

"Kehadiran alat ini membuat akselerasi, sehingga kegamangan dan kegalauan (membuka PTM) tidak ada," kata Sugiri saat ditemui usai launching penggunaanan Genose di SMK PGRI 2 Ponorogo, Sabtu (20/3/2021).

Menurut Sugiri, PTM perlu dilaksanakan agar karakter siswa bisa terbentuk dengan baik.

"Berjalan 1/3 dari jumlah kelas dulu, nanti gantian bergilir. Jadi walaupun di tengah-tengah Covid-19 ini kegiatan belajar-mengajar bisa berjalan," kata Sugiri.

Ia menargetkan surat edaran pembukaan PTM tersebut bisa segera diterbitkan pekan depan.

"Kita tata dengan ketat. Misalnya bisa kita mulai dari kecamatan yang zona hijau terlebih dahulu," jelasnya.

Kepala Sekolah SMK PGRI 2 Ponorogo, Samhudi Arifin mengatakan sekolah tatap muka sangat diperlukan untuk pembelajaran di SMK.

Selain harus praktik, yang lebih penting menurut Arif adalah pendidikan karakter yang tidak bisa diberikan jika pembelajaran dilakukan secara Daring.

"Karakter tidak bisa diajarkan secara virtual. Kalau masalah pintar tidaknya anak, dalam waktu 1-3 bulan kami bisa mendidik, tapi kalau karakter kami tidak yakin 1-3 tahun bisa," kata Arif.

Catatan Redaksi: Bersama-kita lawan virus corona. SURYAMALANG.COM mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan. Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved