Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

Dana Desa Rp 2,5 Miliar untuk Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Kota Batu

19 desa yang ada di Kota Batu mendapat kucuran dana total Rp 31.4 M pada 2021.

SURYAMALANG.COM/Benni Indo

SURYAMALANG.COM, BATU – 19 desa yang ada di Kota Batu mendapat kucuran dana total Rp 31.4 M pada 2021.

Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Ditjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) No. SE-2/PK/2021 tertanggal 8 Februari 2021, 8 persen atau Rp 2.5 miliar digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Refocusing anggaran ini diambil dari  penyesuaian penggunaan transfer kas daerah dan dana desa (TKDD) yang meliputi anggaran dari DAU, Dana Insentif daerah (DID), Dana Desa, DAK fisik dan DBH.

Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso mengatakan anggaran itu digunakan mulai dari pembinaan yang berkaitan dengan Covid-19, pencegahan, penanganan, dan pendampingan. Mengingat penanganan PPKM Mikro selalu diperpanjang.

“Meskipun untuk Kota Batu tidak ada zona merah. Berbagai persiapan telah dilakukan dari untuk penanggulangan Covid-19. Baik untuk penanganan dan pemulihan ekonomi,” ujar Punjul, Minggu (21/3/2021).

Pemdes memiliki besaran alokasi yang berbeda untuk keperluan posko PPKM mikro. Dari kisaran terendah Rp 92 juta hingga Rp 213 juta.

"Terendah Desa Mojorejo senilai Rp 92 juta dan tertinggi Desa Giripurno Rp 213 juta,” ungkapnya.

Besarnya kucuran DD hingga miliaran rupiah di tiap desa harus dioptimalkan untuk mengantisipasi terjadinya silpa.

Nilai DD terendah mencapai Rp 4 miliar hingga tertinggi senilai Rp 7 miliar. Desa Giripurno merupakan desa dengan DD tertinggi.

Jika ditambah dengan silpa DD tahun sebelumnya maka desa ini bisa memiliki DD hingga Rp 10 miliar.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Petinggi dan Lurah (APEL) Kota Batu Wiweko mengatakan terkait alokasi anggaran untuk posko penanganan Covid-19 seluruh desa telah dianggarkan.

Kepala Desa Oro-oro Ombo itu menjelaskan, Pemdes Oro-oro Ombo menganggarkan Rp 195,5 juta.

“Untuk anggaran tersebut nantinya digunakan untuk pembentukan posko, operasional, pembekalan, brosur, stiker hingga masker untuk masyarakat,” bebernya.

Saat ini nilai DD tahap pertama yang telah dikucurkan ke Desa Oro-oro Ombo senilai Rp 1,8 miliar.

Peruntukkan DD juga difokuskan untuk penyaluran BLT DD. Untuk BLT DD, Desa Oro-oro Ombo menganggarkan Rp 700 juta atau 35 persen dari total DD.

Penulis: Benni Indo
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved