Breaking News:

Kiprah Putra Soeharto dan Jokowi di Jagat Sepak Bola, Kaesang Bos Persis Solo dan Sigit Bos Arseto

Kiprah Putra Soeharto dan Jokowi di Jagat Sepak Bola, Kaesang Bos Persis Solo dan Sigit Bos Arseto

Kompas.com
Kaesang Pangarep 

Saat awal kali berdiri, Arseto tak langsung bermarkas di Solo.

Klub yang didirikan Sigit itu lebih dulu bermarkas di Jakarta.

Pada 1985, barulah Arseto bermarkas di kota kelahiran Sigit, yakni di Solo.

Prestasi Arseto pun bisa dikatakan cukup gemilang.

Pada 1987, Arseto sukses menjadi juara dalam turnamen invitasi Galatama.

Kemudian pada 1992, Arseto menjadi juara Galatama.

Catatan emas yang ditorehkan Arseto terus berlanjut.

Pada 1993 Arseto sukses menjadi juara dalam kejuaraan antarklub ASEAN.

Arseto juga sempat mewakili Indonesia dalam Liga Champions Asia 1992-1993.

Kiprah Arseto di Liga Champions Asia kala itu cukup fantastis lantaran bisa menembus fase grup di semifinal.

Namun Arseto gagal melanjutkan kemenangannya di fase grup semifinal sebab harus berhadapan dengan klub-klun elite dari Jepang.

Perjalanan Arseto di kancah sepak bola nasional tak berlangsung lama.

Reformasi 1998 turut menghentikan perjalanan Arseto.

Klub tersebut bubar pada 1998 seiring masifnya demontrasi anti-Soeharto pada masa itu.

Kompleks Lapangan Kadipolo di Solo yang menjadi markas Arseto hingga kini terbengkalai seiring bubarnya klub besutan putra kedua Soeharto itu.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Putra Jokowi dan Soeharto yang Sama-sama Jadi Bos Tim Sepak Bola

Berita terkait Kaesang Pangarep

Editor: eko darmoko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved