Breaking News:

Berita Surabaya Hari Ini

Maintenance Pelanggan dan Inovasi Jadi Siasat Sukses 101 True Fashion Selama Pandemi

Owner 101 True Fashion, Trully N Ervandiary, mengatakan selama pandemi ia sengaja hanya melayani pesanan dari hasilnya maintenance pelanggan.

Penulis: Akira Tandika | Editor: isy
istimewa/dok pribadi
Aksesori strap mask buatan 101 True Fashion. 

Berita Surabaya Hari Ini
Reporter: Akira Tandika
Editor: Irwan Sy

SURYAMALANG.COM | SURABAYA - Menyiasati usaha selama pandemi bisa dilakukan dengan berbagai cara, misalnya dengan melakukan inovasi, jemput bola, dan lainnya.

Brand 101 True Fashion pun melakukan siasat usaha.

Namun, mereka memiliki cara berbeda, yang dinilai lebih cocok dengan produknya yakni, maintenance pelanggan secara pribadi.

Owner 101 True Fashion, Trully N Ervandiary, mengatakan selama pandemi ia sengaja hanya melayani pesanan dari hasilnya maintenance pelanggan.

"Karena bisnis ini kan penopangnya hanya melalui souvenir yang biasa dijual oleh sentra milik Dinas di tempat-tempat wisata. Namun karena pandemi, wisata menjadi salah satu aspek yang sangat terkena imbasnya. Hal itu pun memengaruhi produk UMKM yang biasa dipamerkan," terang Trully saat dihubungi, Senin (22/3/2021).

Selain itu, sejak Oktober 2020 lalu Trully telah melakukan inovasi dengan membuat strap mask atau kalung masker yang terinspirasi dari gambar-gambar di Pinterest.

"Sebetulnya kalau berbicara soal trend strap mask, itu lebih dulu banyak dipakai di luar negeri. Sementara pasar Indonesia yang lebih dulu menggunakan, banyak di Jakarta," tuturnya.

Hasil dari membuat strap mask pertama kali itu, kemudian diunggah Trully di media sosial Instagram usahanya dan langsung mendapat respon dari pelanggan yang ada di Jakarta.

Ia menambahkan, rata-rata orang yang sudah pernah membeli produk aksesori di 101 True Fashion, pasti langsung akan menghubunginya secara pribadi.

Trully menjelaskan, hal ini berhubungan dengan aksesori yang ia jual.

"Saya kan basicnya menggunakan bahan dari batu, tulang, kayu yang warnanya kadang sulit kalau hanya dilihat dari foto. Biasanya, orang-orang akan salah menginterpretasikan warna pada gambar. Maka, untuk mengurangi miss itu, mereka akan menghubungi saya langsung dan meminta penjelasan soal warna sesungguhnya seperti apa," jelas Trully.

Maka dari itu, Trully biasanya sering mengikuti bazaar secara offline agar orang-orang bisa melihat secara langsung warna dari bahan-bahan yang digunakan.

"Tapi, di masa pandemi seperti ini pameran offline sudah jarang digelar. Satu-satunya yang ada ya pameran online. Salah satunya adalah Jatim Garage yang digelar oleh Bank Jatim," imbuhnya.

Trully menilai Jatim Garage menjadi bazaar online yang berbeda dari lainnya.

Karena dia juga bisa berkomunikasi dengan pembelinya untuk sekadar menjelaskan warna produk.

"Ini tentu tidak sama dengan online shop atau marketplace, karena antara penjual dan pembeli bisa berhubungan secara langsung dengan kontak yang sudah tertera," kata Trully.

Selain itu, keuntungan lain yang didapat Trully saat mengikuti Jatim Garage adalah dia langsung mendapat pembeli baru yang memang sesuai dengan target market produknya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved