Breaking News:

Berita Batu Hari Ini

441 Hektar Sawah di Kota Batu Sudah Panen

Sebanyak 441 hektar lahan pertanian di Kota Batu tercatat telah melakukan panen padi sejak Oktober 2020 hingga Maret 2021

SURYAMALANG.COM/Benni Indo
Petani menggiling padi di tempat penggilingan Desa Pendem, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, BATU – Sebanyak 441 hektar lahan pertanian di Kota Batu tercatat telah melakukan panen padi sejak Oktober 2020 hingga Maret 2021. Desa Pendem menjadi pusat panen padi di Kota Batu. Secara keseluruhan, lahan pertanian padi di Kota Batu seluas 600 hektar.

Kepala Seksi Bina Produksi Pertanian, Yusuf Effendi menerangkan, dalam 1 hektar lahan sawah, bisa memproduksi gabah hingga 8 ton. Di Desa Pendem, indeks pertanamannya hingga 2.5, artinya dalam setahun bisa tanam dua hingga tiga kali.

Selain Desa Pendem, sejumlah desa juga menanam padi seperti Desa Giripurno dan Tulungrejo. Namun di dua desa tersebut, petani hanya menanam padi saat musim penghujan. Ketika musim kemarau, petani di Giripurno dan Tulungrejo menanam sayuran.

“Jadi memang 80 pertanian di Kota Batu ini adalah hortikultura, sedangkan 20 persen lainnya padi,” kata Yusuf.

Dengan kondisi seperti itu, produk beras di Kota Batu tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kota. Kota Batu mengimpor beras dari Kabupaten Malang dan Kediri untuk memenuhi kebutuhan dalam kota.

“Jadi untuk memenuhi dalam kota saja, kalau tidak pada musim panen raya, mengambil dari Kabupaten Kediri dan Malang,” ujarnya, Selasa (23/3/2021).

Kota Batu juga tidak akan menampung beras impor. Pasalnya, produksi padi di Jawa Timur surplus. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan stok beras aman hingga Mei 2021.

“Jawa Timur tidak mengambil impor karena surplus. Seperti yang udah disampaikan Ibu Gubernur, jadi Kota Batu juga tidak ambil,” katanya.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Lestari Aji menjelaskan angka konsumsi beras di kota Batu berdasarkan Susenas BPS. Dari jumlah penduduk Kota Batu sebanyak 220.816 jiwa berdasarkan Siak Bulan Februari 2021 Dispendukcapil Kota Batu, per tahunnya membutuhkan beras 19.807.20 ton. Jika dihitung per bulan, angkanya adalah 1.650,60 ron dan yang per hari 54.21 ton.

Pemkot Batu tidak bisa menyerap padi dari petani. Padi diserap oleh BUMD maupun BUMN sesuai dengan PP No 17 Tahun 2015 tentang Ketahanan Pangan dan Gizi. Di Kota Batu, ada PT BWR selaku BUMD yang sebetulnya bisa menyerap padi.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved