Breaking News:

Berita Blitar Hari Ini

Demo di Kantor Wali Kota Blitar, Eks Tenaga Banpol Pertanyakan Proses Pengadaan Tenaga Outsourcing

Perwakilan bekas tenaga outsourcing Banpol PP Pemkot Blitar bersama LSM GPI unjuk rasa unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Blitar.

SURYAMALANG.COM/Samsul Hadi
Perwakilan bekas tenaga outsourcing Banpol PP Pemkot Blitar bersama LSM GPI unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Blitar, Senin (29/3/2021). 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - Perwakilan bekas tenaga outsourcing Bantuan Polisi Pamong Praja (Banpol PP) Pemkot Blitar bersama LSM Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Blitar, Senin (29/3/2021).

Demonstran mempertanyakan proses rekrutmen pengadaan tenaga outsourcing, khususnya Banpol.

Perwakilan eks tenaga Banpol juga mempertanyakan hak-haknya yang sempat dipotong oleh perusahaan penyedia tenaga outsourcing sebelum diberhentikan pada Desember 2021.

Para peserta aksi dengan membawa poster melakukan orasi di depan Kantor Wali Kota Blitar di Jalan Merdeka.

Koordinator aksi, Jaka Prasetya mengatakan perwakilan eks tenaga outsourcing khususnya Banpol menduga ada permasalahan dalam proses rekrutmen tenaga outsourcing di Pemkot Blitar.

Selain itu, beberapa eks tenaga Banpol juga menjadi korban percaturan politik di Pilwali Blitar 2020.

Akibat persoalan dukung mendukung di Pilwali Blitar 2020, beberapa tenaga Banpol diberhentikan dan tidak diperpanjang kontrak kerjanya.

Sekadar diketahui, ada dua pasangan di Pilwali Blitar 2020, yaitu, Santoso-Tjutjuk Sunario dan Henry Pradipta Anwar-Yasin Hermanto.

Pasangan Santoso-Tjutjuk terpilih menjadi pemenang di Pilwali Blitar 2020.

"Sekarang, beberapa eks tenaga Banpol menuntut hak-haknya," kata Jaka.

Halaman
12
Penulis: Samsul Hadi
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved