Advertorial

Jatim akan Dapat KUR Rp 70 Trilliun untuk Kembangkan Porang di Madiun dan Alpukat Pameling di Malang

Dana KUR tersebut digunakan untuk mengembangkan dua jenis tanaman, yaitu untuk tanaman porang dan tanaman alpukat pameling.

Penulis: Fatimatuz Zahro | Editor: isy
fatimatuz zahro/suryamalang.com
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke kebun Sanari, warga Desa Wonorejo, Lawang, Kabupaten Malang, Selasa (30/3/2021). Sanari merupakan penggagas budidaya alpukat pameling. 

“Kalau 1 hektare itu bisanya 150 (bibit), maka kita butuh lebih masif lagi pembibitannya. Kalau sehaktere 150, maka kita butuh lebih masif lagi pembibitan,” tegas Khofifah.

Lebih lanjut ia menegaskan pada Bupati Malang untuk menginventarisir kembali terkait pembibitan dan terkait lahannya.

Ia berharap agar koordinasi terkait bibit ini bisa secepat mungkin.

Keistimewaan alpukat pameling ini ada beberapa macam.

Pertama buahnya besar, beratnya mencapai 3 kilogram lebih.

Selain itu dagingnya tebal seperti mentega. 

“Saya sudah mencoba rasanya dan enak sekali,” katanya.

Sementara itu Sanari, pemilik kebun alpukat pameling mengatakan bahwa ia mengembangkan alpukat pameling terinspirasi dan belajar dari majalah Trubus.

Ternyata menghasilkan alpukat pameling yang unggul.

“Butuh waktu tiga tahun untuk bisa berbuah. Dan panennya sekitar tujuh bulan,” kata Sanari.

Ia optimistis pengembangan alpukat pameling akan mendatangkan Kesejahteraan bagi warga malang dan pembudidaya alpukat.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved