Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Jawa Timur Diprakirakan Masuki Awal Musim Kemarau Pada Bulan April 2021, Ini Penjelasan BMKG

Jawa Timur Diprakirakan Masuki Awal Musim Kemarau Pada Bulan April 2021, Ini Penjelasan Dari BMKG

okilukito.wordpress.com
Ilustrasi : Peta Jawa Timur 

SURYAMALANG.COM, MALANG - Bulan depan atau tepatnya bulan April 2021, wilayah Provinsi Jawa Timur (Jatim) akan memasuki musim kemarau.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II Malang, Anung Suprayitno membenarkan hal tersebut.

"Berdasarkan hasil olahan data dan luaran model prediksi, serta mencermati perkembangan kondisi dinamika atmosfer dan lautan. Diprakirakan awal musim kemarau 2021 di Provinsi Jatim, akan terjadi pada bulan April meliputi 21 ZOM (35,0%) dan bulan Mei meliputi 35 ZOM (58,3%)."

"Paling awal diprakirakan Maret dasarian III, terjadi di Banyuwangi bagian selatan. Sedangkan paling lambat diprakirakan terjadi di Malang bagian tenggara, Lumajang bagian barat daya, dan Banyuwangi bagian tengah pada Juli dasarian I," ujarnya kepada SURYAMALANG.COM, Selasa (30/3/2021).

Seperti diketahui, Zona Musim atau biasa disingkat ZOM, adalah daerah yang pola hujan rata-ratanya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim kemarau dan periode musim hujan.

Wilayah ZOM tidak selalu sama dengan luas daerah administrasi pemerintahan. Dengan demikian, satu kabupaten/kota dapat saja terdiri dari beberapa ZOM, dan sebaliknya satu ZOM dapat terdiri dari beberapa kabupaten.

Ia menjelaskan, perbandingan prakiraan awal musim kemarau dengan normalnya. Pada umumnya mundur atau lebih lambat, meliputi 34 ZOM (56,7%).

"Sedangkan sifat hujan musim kemarau, diprakirakan bervariasi. Yaitu atas normal meliputi 25 ZOM (41,7%), normal meliputi 18 ZOM (30,0%), dan bawah normal meliputi 17 ZOM (28,3%)," jelasnya.

Dirinya juga menerangkan, curah hujan selama musim kemarau diprakirakan berkisar antara 201 hingga lebih besar 500 mm.

"Sedangkan untuk puncak musim kemarau, diprakirakan pada umumnya terjadi bulan Agustus 2021 meliputi 38 ZOM (63,3%)," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, pihaknya juga memberikan beberapa rekomendasi atau imbauan kepada masyarakat maupun pemerintah daerah.

Beberapa rekomendasi tersebut yaitu pada periode peralihan musim antara April dan Mei 2021, perlu diwaspadai cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang, puting beliung, dan potensi hujan es.

Pemerintah daerah dan masyarakat, diharapkan lebih siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau.

Pemerintah daerah dan masyarakat yang rawan kekurangan air, diharapkan dapat melakukan penyimpanan air pada masa peralihan musim hujan ke musim kemarau.

"Untuk menekan resiko penurunan hasil pada lahan sawah, maka pengelolaan air bagi pertanian harus dilakukan lebih hemat. Serta untuk daerah yang memiliki peluang curah hujan bulanan lebih dari 300 mm, tetap harus waspada ancaman banjir dan longsor meski secara umum akan memasuki musim kemarau," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved