Breaking News:

Berita Malang Hari Ini

Wakil Menkeu RI Suahasil Nazara Sebut Nilai Cuan Tembakau di Kabupaten Malang Fantastis

Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Suahasil Nazara, menyebut hasil tembakau Kabupaten Malang berperan penting

erwin wicaksono/suryamalang.com
Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI) Suahasil Nazara (tengah) saat mengunjungi Kantor Desa Jatiguwi, Sumberpucung, Kabupaten Malang, Rabu (31/3/2021). 

Berita Malang Hari Ini
Reporter: Erwin Wicaksono
Editor: Irwan Sy (ISY)

SURYAMALANG.COM | MALANG - Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Suahasil Nazara, menyebut hasil tembakau Kabupaten Malang berperan penting memberikan sumbangsih terhadap penerimaan cukai negara.

"Hasil tembakau menjadi produk yang penting bagi Kabupaten Malang. Juga untuk Malang Raya hingga Jawa Timur," beber Suahasil saat mengunjungi Kantor Desa Jatiguwi, Sumberpucung, Kabupaten Malang pada Rabu (31/3/2021).

Kata Suahasil, capaian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) di Kabupaten Malang merupakan salah satu yang tertinggi di Jawa Timur, yakni sebesar Rp 80 Miliar lebih.

Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Malang Raya.

Karena Kota Batu capaiannya hanya sebesar Rp 15,9 miliar dan Kota Malang sebesar Rp 30,4 miliar

"Sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan nomor 7/PMK.07/2020, dijelaskan bahwa 50 persen dari DBH-CHT ini digunakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. 25 persen digunakan untuk perbaikan bidang kesehatan, lingkungan, sosial juga termasuk sarpras kesehatan. Sedsngkan 25 persen lainnya digunakan untuk membuat lingkungan usaha yang bersifat legal," ucap Suahasil.

Suahasil meminta Pemkab Malang benar memanfaatkan DBH-CHT dengan bijak sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

"Menurut beliau (Presiden Joko Widodo), hal ini agar pendapatan (DBH-CHT) bertambah. Lalu tenaga kerja bisa terus terserap," imbuh dia.

Meski berdampak bagus dalam ranah bisnis, penggunaan rokok harus memperhatikan kesehatan.

Menanggapi hal tersebut, Suahasil menekankan petingnya sebuah legalitas produksi perusahaan rokok.

"Dari sini yang dimungkinkan nanti akan ada pembatasan pada tingkat konsumsi hasil tembakau," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: isy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved