Berita Trenggalek Hari Ini

9 Busana Bermotif Batik Trenggalek Rancangan Novita Hardini Tampil di Ajang Women’s Week Surabaya

Sebanyak sembilan busana batik bermotif khas Trenggalek tampil dalam ajang Women’s Week di Surabaya

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: isy
Pemkab Trenggalek
Salah satu busana bermotif batik Trenggalek rancangan Ketua Dekranasda Trenggalek Novita Hardini saat ditampilkan dalam ajang Women’s Week di Surabaya, Jumat (2/4/2021). 

Berita Trenggalek Hari Ini
Reporter: Aflahul Abidin
Editor: Irwan Sy

SURYAMALANG.COM | TRENGGALEK - Sebanyak sembilan busana batik bermotif khas Trenggalek tampil dalam ajang Women’s Week di Surabaya, Jumat (2/4/2021).

Busana-busana itu rancangan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Trenggalek Novita Hardini.

Novita mengatakan ia mengambil tema Story of Adelaida Duscka untuk busana-busana yang ia rancang.

Arti dari tema itu adalah kemurnian dan kebaikan seorang pemimpin.

“Dalam busana-busana yang saya rancang, saya ingin memunculkan kesederhanaan yang mencerminkan keteguhan prinsip dan menggambarkan keanggunan dalam kepemimpinan,” kata Novita.

Istri Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin itu sengaja mengaplikasikan batik tulis khas Trenggalek pada busana-busana yang ia bikin.

Motif batik yang dipakai, antara lain, batik sekar jagat dan andini bulan.

Dalam proses pembuatan busana itu, ia mengajak para penyandang disabilitas untuk ikut berpartisipasi.

Hal ini bertujuan untuk mengangkat kepercayaan diri para penyandang disabilitas dan meyakinkan bahwa mereka bisa berkarya.

“Kali ini saya juga mencoba untuk bisa bersaing bersama para designer terkemuka agar bisa menyemangati setiap pembatik Trenggalek untuk tetap berkarya,” kata Novita, yang pernah meraih juara 1 Peragaan Busana Batik Jatim 2020.

Dengan munculnya batik khas Trenggalek lewat busana yang ia rancang dalam pagelaran itu, Novita berharap para perajin batik di wilayahnya semakin optimistis.

“Moment ini merupakan stimulasi bagi setiap penggerak ekonomi, khususnya pembatik di Trenggalek, untuk memulai lagi membangun menatap masa depan,” sambungnya.

Dari sembilan busana yang dipamerkan saat itu, tiga diantaranya dikhususkan untuk ajang amal.

Ketiga busana berupa gaun itu akan mengikuti lelang dan hasil penjualannya disalurkan untuk kegiatan sosial.

“Jadi, ajang ini tak hanya untuk mempromosikan Trenggalek di kancah regional, tapi juga ada sesi amalnya yang bisa bermanfaat bagi sesama. Ajang amal ini juga yang membuat kami semakin tertarik untuk ambil bagian,” tutup dia.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved